Bagikan Artikel Ini:

Anak tingkatan Sekolah Dasar (SD) merupakan asset terbesar negara. Sehingga, pada usia seperti ini anak-anak mesti didorong dan mendapat motivasi penuh, baik itu dari orang tua, keluarga, sekolah maupun lingkungan sekitar. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap prestasi yang akan didapatkannya dalam kehidupan Ada banyak keterampilan anak yang bisa diasah sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Salah satunya ialah menulis kaligrafi.

Benar, bukan lah hal mudah untuk semua orang menggambar kaligrafi indah. Akan tetapi, dengan latihan sejak kecil tentunya akan membuat skil tersebut bisa jauh lebih baik. Latihan membuat kaligrafi  sederhana untuk anak SD pastinya membutuhkan banyak faktor dan dorongan, satu dari sekiannya adalah dari orang tua.

Apa Itu Kaligrafi?

Mungkin, kebanyakan umat Islam sudah sangat familiar akan tulisan kaligrafi. Bagaimana tidak, tidak jarang tulisan ayat suci Al Quran akan dijumpai pada tempat tempat ibadah, seperti masjid, surau, musalla, hingga tempat pengajian lainnya. Bukan hanya sebatas seni, namun dunia menulis kaligrafi ini memiliki makna tersendiri bagi umat muslim dalam memaknai seni dari segi agama Islam.


Nah, meskipun sudah memahami dengan betul apa itu kaligrafi. Kami rasa tidak ada salahnya bagi anda dan seluruh pembaca untuk mengupas ulang makna dan pengertian dari kaligrafi itu sendiri. Berikut jabaran singkatnya! Kaligrafi merupakan salah satu ilmu seni menulis dengan indah dan menarik. Kaligrafi adalah tulisan khat arab yang mendapatkan sentuhan seni hingga melahirkan tulisan lebih indah dan enak dipandang mata. Sedangkan menurut beberapa para pakar, kaligrafi adalah sebagai berikut:

  • Menurut Syaikh Syamsuddin Al Ahfani

Menurut Syaikh Syamsuddin Al Ahfani, kaligrafi atau khat ialah ilmu yang didalamnya mempelajari beraneka macam bentuk bentuk dari huruf tunggal, pisah, hingga tata letak dan metode merangkai huruf huruf tersebut.

  • Menurut Yaqut Al Musta’shimy

Menurut Yaqut Al Musta’shimy, kaligrafi merupakan suatu seni arsitektur yang dihadirkan, dieksploitasikan dan disajikan melalui sebuah alat keterampilan.

  • Menurut Ubaid bin Ibad

Menurut Ibaid bin Ibad, kaligrafi atau khat adalah duta atau utusan dari sebuah tangan, dimana pena di dalamnya yang bertindak sebagai duta.

Setelah membaca beberapa pengertian kaligrafi dari para ahli di atas. Maka, kami dapat menyimpulkan secara keseluruhan untuk anda selaku pecinta dunia kaligrafi (kaligrafer). Kaligrafi atau khat merupakan sebuah seni tulis bahasa Arab dengan gaya kepenulisan menarik dan bahkan memiliki nilai jual yang tinggi. 

Kaligrafi, tidak semata mata dituliskan oleh orang Arab atau pun yang sudah mampu berbahasa Arab. Namun, kini dunia tulis menulis kaligrafi menjadi sebuah dunia baru yang mulai dicintai oleh anak anak kekinian. Hal ini terbukti dengan seringnya sekolah sekolah tingkat rendah mengadakan perlombaan kaligrafi, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Pertandingan pertandingan yang diadakan membuktikan bahwa dunia kaligrafi semakin merambah dan membawa pengaruh baik bagi setiap lapisan masyarakat. Kehadiran gaya kepenulisan arab dalam bentuk indah ini mampu mencuri banyak perhatian masyarakat, tidak terkecuali anak sekolah dasar (SD).

Hal ini pula yang menyebabkan contoh kaligrafi untuk anak SD semakin banyak ditawarkan oleh pasar, produsen, hingga media media guna menunjang keterampilan anak. Selaku orang tua, sangat mudah bagi anda menemukan sejumlah contoh penulisan kaligrafi indah untuk anak usia sd di berbagai media, termasuk internet. Semua media ini tentu saja untuk memudahkan para kaligrafer.

Tidak perlu jauh jauh, ajak si anak untuk berkunjung ke masjid atau mushalla yang berada di dekat tempat tinggal. Suruh sang buah hati untuk memperhatikan tulisan kaligrafi yang tertera di dinding atau bagian tempat ibadah tersebut. Atau, bimbing ia untuk menuliskan kembali apa yang dilihatnya ke dalam buku catatan miliknya. Belajar otodidak ini pastinya akan sangat berguna untuk melatih keterampilan sang anak yang masih berusia sd.

Jenis Khat Dari Kepenulisan Kaligrafi

Dulu, mungkin orang orang hanya mengenal satu jenis khat kaligrafi saja. Namun, seiring perkembangan zaman, kaligrafi semakin mendapat perhatian dari para pengembang hingga telah melahirkan sejumlah jenis dan tipe khat. Setidaknya, terdapat 8 jenis khat kaligrafi cukup populer dan banyak digunakan oleh kebanyakan kaligrafer. Berikut kedelapan jenis khat tersebut:

1. Jenis Khat Naskhi

Pertama dan paling banyak diterapkan dalam kehidupan sehari hari, baik itu untuk menulis hal keagamaan hingga kepentingan dunia lainnya. Yakni jenis khat naskhi, merupakan gaya khat tertua dan menjadi khat legendaris yang sampai hari ini masih dipakai. Dirumuskan oleh Ibnu Muqlah sekitar abad ke 10, gaya kepenulisan khat ini begitu populer dan dimanfaatkan untuk menulis Al Quran hingga saat ini.

Memiliki tipe tulisan begitu sederhana namun indah, khat naskhi menjadi lebih mudah dibaca dan ditulis dengan tidak adanya tambahan hiasan apapun. Meski menjadi khat sederhana, namun khat ini menduduki peringkat pertama untuk jenis khat paling banyak digunakan dan paling banyak dipelajari oleh manusia.

Tidak hanya itu, jenis khat naskhi ini adalah khat dengan gaya yang menjadi contoh kaligrafi sederhana untuk anak SD. Khat ini adalah khat paling mudah dalam hal membuat anak usia sd jatuh hati dan mau mempelajari dunia tulis menulis kaligrafi. Maka, sangat tidak heran anak anak sd bahkan tk sudah dibimbing untuk menulis kaligrafi jenis khat naskhi sejak dini.

2. Jenis Khat Tsulust

Jenis khat yang kedua yaitu khat tsulust, merupakan khat yang lahir pada masa kekhalifahan Abbasiyah. Kaligrafi tipe khat ini mempunyai tulisan yang begitu ornamental, terjadi dengan adanya hiasan tambahan cukup banyak serta mudah dalam membentuk terhadap komposisi pada ruang tulisan yang tersedia.

Jenis khat tsulust memiliki gaya kepenulisan membentuk kurva, dengan posisi kepala meruncing atau bahkan terkadang ditulis secara bersambung serta mendapat interseksi begitu kuat. Khat satu ini mempunyai keindahan dan keistimewaan begitu leluasa, hingga menjadikan ia sebagai khat paling banyak dimanfaatkan dalam ornament arsitektur, masjid, bagian sampul buku, hingga dekorasi interior dan lain lain.

Meskipun terlihat sedikit lebih susah dibandingkan dengan jenis khat naskhi, namun jenis khat tsulust ini cukup populer dan memiliki daya tarik tersendiri. Oleh karenanya, sangat tidak heran jika khat satu ini mampu mencuri banyak perhatian para kaligrafer.

3. Jenis Khat Farisi

Jenis khat yang ketiga dan cukup populer tak lain dan tak bukan adalah khat farisi. Sesuai dengan namanya, khat menarik ini dikembangkan dan oleh pakar dari Persia serta menjadi huruf resmi pada masa Dinasti Safawi dan masih berlaku sampai hari ini.

Terdapat banyak sekali hal unik dan menarik dari khat yang satu ini. Misalnya, khat farisi mempunyai gaya kepenulisan huruf tanpa menggunakan harakat, lebih mengedepankan unsur unsur garis, serta berhasil menghasilkan tulisan dalam bentuk proses permainan antara tebal tipis dari huruf di dalam sebuah takaran yang sangat tepat. Gaya kepenulisan khat farisi ini cukup banyak digunakan untuk dekorasi interior di beberapa masjid yang ada di negara Iran, juga mendapatkan sentuhan dengan paduan warna warna Arabes.

Walau jauh berbeda dengan jenis khat naskhi yang terbilang mudah dibaca dan ditulis. Namun, khat farisi juga menjadi khat paling diminati dan tidak sembarangan orang mampu menuliskannya.

4. Jenis Khat Riq’ah

Jenis khat yang ke empat adalah khat riq’ah. Merupakan jenis khat yang berkembang dan terbentuk dari kombinasi antara khat naskhi dank hat tsulust. Dikembangkan oleh seorang kaligrafer asal Daulah Ustmaniyah, khat ini juga memiliki gaya kepenulisan sederhana dengan tambahan hiasan yang tidak begitu sulit. Sehingga, memungkinkan para pemula lebih mudah membaca atau pun menulisnya.

Mempunyai gaya tulis yang terbilang mudah, menjadikan khat ini mudah dipelajari, bahkan oleh anak sd sekalipun. Tidak hanya itu, jenis khat satu ini pun cukup banyak digunakan dalam kehidupan sehari hari karena cara penulisannya tidak begitu susah. Jenis khat riq’ah ini sangat cocok sebagai contoh gambar kaligrafi untuk anak SD.

5. Jenis Khat ijazah

Pernahkah anda memperhatikan gaya tulisan dari ijazah milik anda atau pun milik orang lain? Tahukah, ternyata tulisan tersebut merupakan salah satu jenis khat kaligrafi. Dikembangkan oleh para pakar asal Daulah Usmani, merupakan perpaduan khat dari tsulust dan naskhi.
Jenis khat ijaza atau khata raihani merupakan gaya kepenulisan yang digunakan oleh guru dalam hal menuliskan ijazah. Jenis khat ini mempunyai karakter huruf seperti tsulust, namun lebih sederhana, dengan sedikit tambahan hiasan, dan ditulis secara tidak menumpuk. Hingga melahirkan sebuah tulisan yang begitu sederhana, indah, dan cantik.

6. Jenis Khat Diwani

Jenis khat yang ke enam adalah khat diwani. Merupakan sebuah khat hasil tangan seorang pakar bernama Syaikh Hamdullah asal Daulah Usmani di Turki sekitar penghujung abad ke 15 dan masuk abad ke 16. Meskipun tergolong ke dalam khat yang baru dikembangkan, namun khat ini menjadi khat idaman dan cukup populer pada masa itu hingga saat ini.

Gaya kepenulisan khat diwani pada masa daulah Usmani, dimanfaatkan sebagai tulisan untuk menuliskan surat resmi bagi kerajaan. Bagaimana tidak, khat ini memiliki karakter bulat dan tidak mempunyai harakat, sehingga bagi pemula akan sulit memahaminya.

Keindahan tulisan khat bergantung dari permainan garis yang terkadang terletak pada huruf dengan tinggi atau pun menurun, atau bahkan sangat jauh melampaui patokan dari garis horizontalnya. Karena keunikannya, jenis khat ini cukup banyak difungsikan pada ornament arsitektur hingga sampul buku.

7. Jenis Khat Diwani Jali

Khat yang menduduki nomor atau peringkat ke tujuh adalah jenis khat diwani jali. Merupakan satu jenis khat kembangan dari khat diwani. Gaya penulisan khat diwanin jali ini dikembangkan oleh seorang kaligrafer populer Daulah Usmani di Turki, yakni Hafiz Usman. Pada dasarnya, karakter huruf khat ini hampir menyerupai dengan khat diwani, hanya saja jauh lebih terkesan ornamental, lebih padat, dan terkadang kadang menumpuk saat penulisan

Khat yang menduduki nomor atau peringkat ke tujuh adalah jenis khat diwani jali. Merupakan satu jenis khat kembangan dari khat diwani. Gaya penulisan khat diwanin jali ini dikembangkan oleh seorang kaligrafer populer Daulah Usmani di Turki, yakni Hafiz Usman. Pada dasarnya, karakter huruf khat ini hampir menyerupai dengan khat diwani, hanya saja jauh lebih terkesan ornamental, lebih padat, dan terkadang kadang menumpuk saat penulisan

Sedikit berbeda dengan jenis khat diwani yang sama sekali tidak mempunyai harakat. Khat diwani jali malah memiliki harakat yang sangat melimpah. Dimana tidak semua harakat ini berfungsi sebagai tanda baca, namun sebagai hiasan tambahan untuk memperindah tulisan. Kecantikan inilah yang menjadi daya tarik bagi sebagian besar orang untuk mempelajari khat diwani jali.

Hal yang patut disayangkan, khat satu ini tidak terlalu cocok menjadi contoh kaligrafi untuk anak SD. Karena memiliki gaya penulisan yang tidak hanya sulit ditulis tapi juga sulit untuk dibaca. Umumnya, jenis gaya penulisan khat satu ini digunakan untuk dekorasi masjid atau pun benda hias lainnya.

8. Jenis Khat Kufi

Jenis khat terakhir yang juga cukup populer adalah khat kufi. Pertama kali diperkenalkan oleh kaligrafer asal Kota Kufah, Irak sekitar abad ke 7 M. Khat kufi merupakan jenis khat paling tua di antara semua khat, bahkan sebelum khat naskhi. Gaya penulisan khat kufi ini digunakan sebagai media untuk penyalinan al Quran pada periode masa periode awal sekali.

Memiliki gaya penulisan sangat sederhana, khat kufi dimanfaatkan untuk menuliskan al quran atau bahkan digunakan dalam kehidupan sehari hari. Walau terbilang sederhana dan simpel, namun khat kufi ini mempunyai nilai seni tinggi dan karakter huruf yang indah. Hal inilah yang membuat khat satu ini masih digunakan sampai hari ini.

Karena gaya penulisan yang sederhana, menjadikan khat ini mudah dibaca dan ditulis atau bahkan dipelajari oleh seorang kaligrafer pemula, termasuk anak SD. Dengan kata lain, khat satu ini akan membuat para penulisnya lebih mudah dalam hal mengekspresikan keterampilannya.

Contoh Kaligrafi Sederhana Untuk Anak Sekolah Dasar

Setiap anak, tentu saja memiliki bakat dan minat yang berbeda. Akan tetapi, tidak semua anak mampu menemukan jati dirinya saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar atau SD. Oleh karenanya, sang anak akan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk menumbuhkan skil dari dalam dirinya.

Terutama dalam hal menulis kaligrafi, yang disebut sebagai sebuah kombinasi antara beberapa ilmu seni, yakni menulis, menggambar hingga mewarnai. Setiap anak, tentu saja akan butuh bantuan agar ia mampu menuliskan kaligrafi secara baik dan sempurna. Dengan begitu, si kecil akan merasa dirinya mampu menciptakan karya seni kaligrafi yang bernilai tinggi, terutama di matanya sendiri.


Terdapat banyak sekali jenis dan contoh kaligrafi sederhana untuk anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Beberapa contoh tersebut, di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Kaligrafi mudah kreasi warna

 

 

  • Gambar kaligrafi mewarnai com
  • Kaligrafi Islami menuliskan nama Allah

 

 

  • Kaligrafi menuliskan huruf basmallah

 

 

  • Kaligrafi menuliskan surat al ikhlas

 

 

  • Kaligrafi mewarnai dengan crayon

 

 

  • Kaligrafi 3d

 

 

  • Kaligrafi tulisan Muhammad

 

 

  • Kaligarafi tulisan Allahu Akbar

 

 

  • kaligrafi tulisan Subhanallah

 

 

  • Kaligrafi tulisan Asmaul Husna

 

 

  • Kaligrafi tulisan Alhamdulillah

 

 

  • Kaligrafi untuk dibuat jadi wallpaper

 

 

  • Kaligrafi tulisan ayat al quran

 

 

  • Kaligrafi tulisan surat An Nash

 

 

  • Kaligrafi tulisan tulisan surat al falaq

 

 

  • Kaligrafi tulisan al fatihah

 

 

  • Kaligrafi tulisan al kautsar

 

 

  • Kaligrafi tulisan surat Al ‘Ashr

 

 

  • Kaligrafi tulisan alif lam mim

 

 

Nah, 20 daftar di atas bisa menjadi rujukan dan referensi sebagai contoh kaligrafi sederhana untuk anak SD. Kami sengaja menyebutkan contoh tersebut untuk memudahkan para kaligrafer pemula dalam menentukan jenis tulisannya.

Apa Yang Harus Anak Persiapkan Untuk Menulis Kaligrafi?

Sebagaimana yang dilihat, bahwa tidak semua anak manusia dibekali bakat melukis pada dirinya. Sehingga, perlu adanya bantuan dari luar diri anak agar bakat terpendamnya bisa nampak. Dalam kondisi ini, kaligrafi sebagai seni indah yang terbilang cukup susah untuk dipelajari dan tidak semua orang bisa mendalaminya.

Sejatinya, kaligrafi adalah salah satu ilmu seni dan seni artistik berupa tulisan tangan dengan mengolah sejumlah bentuk huruf sampai mempunyai sebuah makna mendalam. Tidak hanya itu, seni satu ini juga memiliki nilai keindahan dan nilai estetika tinggi bagi para penikmat bahkan bagi para penulisnya sendiri.

Kaligrafi memiliki daya tarik tersendiri daripada karya seni lainnya. Terlepas dari sentuhan seni, kaligrafi juga memiliki nilai jual tinggi hingga mampu menjadikan para kaligrafer hidup lebih makmur. Maka, sangat tidak heran jika penulisan kaligrafi kini menjadi profesi paling diminati.

Penulisan kaligrafi sendiri tidak hanya didalam oleh para orang tua. Akan tetapi, seni satu ini sudah merambah dunia anak anak, termasuk anak sekolah dasar. Melihat seni kaligrafi adalah seni paling menarik untuk dipelajari, sangat wajar jika anak usia sekolah dasar mulai dilatih agar bisa menjadi seorang kaligrafer professional untuk ke depannya.

Sejumlah perlombaan dan perebutan kejuaraan kaligrafi untuk anak SD kian marak dan semakin sering dilakukan oleh pihak pihak tertentu. Hal ini tidak lain dan tidak bukan bertujuan agar para kaligrafer muda terlahir dan kelak menjadi seorang penulis kaligrafi hebat. Untuk contoh dan hasil kaligrafi usia anak SD, kami telah menyajikannya pada pembahasan di atas.

Lalu, apa yang mesti anak anda persiapkan jika ingin menjadi seorang penulis kaligrafi professional? Berikut beberapa tips sederhana telah kami sajikan khusus untuk anda selaku orang tua atau pun wali anak:

1.Dorongan Penuh Dari Lingkungan

Ada banyak hal yang dibutuhkan dan mesti dipersiapkan oleh sang anak ketika hendak terjun ke dunia menulis kaligrafi. Pertama adalah dorongan serta motivasi dari anda sebagai orang tua. Bukan hanya dari anda, namun sebisa mungkin semua pihak harus ikut bekerja sama untuk mendukung bakat serta keterampilan si kecil. Termasuk dari guru, lembaga pendidikan, hingga lingkungan sosial.

2.Mental, Bakat dan Minat

Bakat melukis atau menggambar yang dimiliki oleh anak sd akan cukup mempengaruhi sistem kinerja pada kaligrafi. Oleh bakat yang ada pada diri sang anak, tentunya akan lebih mudah dalam hal mengarahkan dan membimbing ia jadi lebih baik.

Ternyata, bakat saja tidak beruntung dan mampu mendukung sang anak agar bisa menjadi seorang kaligrafer terkenal. Dibutuhkan minat dan mental kuat pada diri anak supaya keterampilan tersebut bisa terasah sempurna. Nah, bagi orang tua wajib untuk membangun ke tiga sikap ini pada seorang anak SD.

3.Latihan

Memang, anak anda yang masih duduk di bangku sekolah dasar memiliki bakat, mental dan minat dalam hal menulis kaligrafi. Tapi, apa cukup dengan itu saja? Tentu saja tidak. Anak tersebut sudah semestinya latihan secara rutin dan teratur supaya bakat yang dimilikinya tidak hilang begitu saja.

4.Konsisten

Benar, bahwa latihan cenderung membantu anak sd dalam hal mengasah potensinya menulis kaligrafi. Namun, latihan seperti apa yang diharapkan? Tentu saja latihan yang konsisten, dengan makna latihan secara rutin dan tepat. Cobalah untuk menanamkan sikap konsisten ini kepada sang anak, terutama dalam hal latihan menulis kaligrafi agar ia terbiasa memanfaatkan waktu secara baik.

5.Berikan Les Kaligrafi Khusus

Apakah anak anda kini sedang latihan di suatu tempat khusus atau anda latih secara otodidak di rumah dengan bimbingan sendiri? Sejatinya, kedua hal ini bagus anda lakukan untuk perkembangan potensi si kecil dalam menulis kaligrafi.

Tapi, lebih baik lagi jika anda menempatkan buah hati yang masih sekolah di sekolah dasar pada suatu tempat khusus mempelajari khaligrafi dan serangkaian jenis khatnya. Dengan berada di area khusus, tentu saja si anak menjadi lebih terarah, terbimbing dan mudah dalam mempelajari bentuk tulisan kaligrafi.

6.Lakukan Evaluasi

Tips lain yang mesti dipersiapkan oleh seorang anak saat hendak menjadi seorang kaligrafer ahli ialah dengan mengikuti serangkaian tes atau evaluasi. Evaluasi yang diberikan berguna untuk melihat perkembangan anak selama ia berkecimpung di dunia seni kaligrafi. Sehingga, ia pun akan mengetahui sejauh mana kemampuannya saat ini.

7.Seringlah Mengajak Anak Ikut Lomba

Untuk melatih keterampilan sekaligus melihat sejauh mana perkembangan anak dalam menulis kaligrafi. Salah satu caranya adalah dengan mengikutsertakan si kecil dalam berbagai ajang lomba menulis kaligrafi. Biasanya, contoh kaligrafi sederhana untuk anak SD bisa dengan mudah didapatkan dari berbagai media, terutama internet.

Tahapan Penulisan Kaligrafi

Sebagai seorang pemula, anak anda yang masih berada di sekolah dasar mungkin akan sedikit butuh adaptasi atau penyesuaian. Hal ini sangat lumrah terjadi, bahkan para pakar pun dulunya mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, tidak heran jika hal hal tidak diinginkan biasanya akan muncul di awal awal atau pertengahan latihan.

Terdapat beberapa tahapan yang mesti lebih dulu dilewati oleh setiap pemula kaligrafer. Tahapan tahapan tersebut, di antaranya ialah sebagai berikut:

1.Tahapan Pelemasan

Tahapan pelemasan atau tahap pengenalan merupakan tahap dimana anak akan dilatih tangan dan jemarinya menjadi lebih lemas dalam menuliskan bahasa arab. Tahapan ini bertujuan supaya jari jari si kecil tidak lagi kaku saat menarik sejumlah huruf dan garis dari salah satu jenis khat kaligrafi.

2.Tahapan Pembiasaan (Takwin)

Selanjutnya ada tahapan pembiasaan (takwin), merupakan sebuah tahapan kedua setelah tahap pelemasan. Yakni melatih agar anak terbiasa dalam menulis kaligrafi dan mampu menuliskan beberapa huruf kaligrafi dalam berbagai jenis khat. Tahapan pembiasaan ini bisa tercapai dengan latihan terus menerus secara rutin dan latihan sebanyak banyaknya.

Agar latihan anak menjadi lebih mudah, siapkan alat tulis dan peralatan yang nyaman, contohnya spidol, pensil, pena, atau bahkan cat air warna tertentu. Dalam hal latihan, bimbinglah sang buah hati agar tidak pernah menghapus coretan yang sudah pernah ia buat. Kondisi ini untuk membuat ia mudah membandingkan tulisan semula dengan yang baru.

Untuk lebih mudah lagi, sebaiknya si anak menulis kaligrafi pada buku bergaris. Hal ini tentu saja untuk menghemat waktunya supaya tidak perlu membuat garis secara manual.

3.Tahapan Tahsin

Tahapan tahsin merupakan tahap dimana anak anda sudah terbiasa menulis dan melakukan latihan cukup banyak. Dimana pada tahapan ini anak akan mudah menarik huruf lebih halus dan mampu membentuk tulisan kaligrafi lebih indah.

Pada tahapan tahsin, biasanya sang anak tidak perlu lagi didorong untuk menulis. Karena ia telah terbiasa dan telah mampu menentukan dengan sendirinya kapan ia harus menulis kaligrafi. Pembiasaan yang dilakukan pada tahapan kedua telah berhasil membuat anak sd menciptakan tulisan lebih bagus dan dorongan dari dalam dirinya untuk terus maju hingga menjadi seorang kaligrafer ahli.

 

(Visited 795 times, 31 visits today)
WhatsApp WhatsApp us