Bagikan Artikel Ini:

Cerita pendek untuk anak sekolah dasar adalah cerita-cerita fiksional yang bisa menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari atau cerita fantasi dan khayalan di mana selain mendapatkan hiburan, anak-anak juga bisa memetik pelajaran moral yang terkandung di dalamnya. Membacakan dan memberikan banyak cerita pendek kepada anak-anak bisa melatih kebahasaannya, bisa merangsang daya imajinasi anak sehingga ia bisa tumbuh dan berkembang jadi anak yang lebih kreatif, bagus untuk perkembangan otak dan memicu daya empatinya terhadap lingkungan sekitarnya, hingga bisa melatihnya untuk memiliki pengetahuan mengenai kehidupan sosial di dalam cerita sebagai referensinya untuk diterapkan di dunia nyata.

Ada banyak macam contoh cerpen anak sekolah dasar yang bisa Anda ceritakan kepada buah hati baik ketika sedang waktunya bermain maupun sebelum tidur malam. Beberapa jenis cerita pendek yang banyak disukai anak-anak adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai contohnya atau cerita fabel, dan cerita-cerita dengan pesan moral yang bagus dan bisa membentuk karakter pribadi anak yang lebih baik. Berikut kami berikan beberapa contoh cerita pendek terbaik yang bisa Anda ceritakan kepada buah hati maupun sebagai referensi untuk mengarang cerita Anda sendiri.

Kumpulan cerita pendek untuk anak sekolah dasar bertema fabel

Fabel adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai tokohnya. Dalam cerita fabel, hewan-hewan yang menjadi tokoh bisa bicara dan bisa berinteraksi satu sama lain layaknya interaksi antar manusia. Cerita fabel adalah cerita yang biasanya paling disukai oleh anak-anak karena mereka bisa mendapatkan cerita dengan beragam perilaku yang dilakukan oleh hewan, dengan jalan cerita yang cukup simpel namun menarik dan mengandung pesan moral yang bisa diserap oleh anak. Cerita model fabel sangat mudah untuk Anda temukan referensinya di mana saja. Berikut kami berikan beberapa contoh cerpen anak sekolah dasar yang menghibur dan mendidik.

 

  1. Kisah antara kelinci dan kura-kura

 

Dahulu kala ada seekor kelinci yang memiliki kaki kuat sehingga larinya bisa sangat cepat. Karena kemampuan larinya yang sangat cepat ia pun jadi kelinci yang congkak dan sombong. Suatu hari karena tidak suka dengan sifat sombong yang dimiliki si kelinci, seekor kura-kura pun menantang kelinci untuk lomba lari.

Padahal, kura-kura adalah hewan yang jalannya lambat karena kakinya kecil dan ia pun harus menggendong rumahnya kemanapun ia pergi. Kelinci yang sombong pun setuju untuk berlomba lari dengan kura-kura. “Bagaimana bisa ia mengalahkanku dengan jalannya yang lambat begitu”, pikir kelinci. Akhirnya mereka pun sepakat menentukan jalan yang akan digunakan untuk berlari.

Perlombaan lari pun dimulai, banyak hewan yang penasaran ingin melihat hasil perlombaan unik tersebut, banyak juga yang mendukung kura-kura karena mereka juga tidak suka dengan sifat kelinci yang sombong. Si monyet pun ditunjuk untuk jadi wasitnya. Begitu lomba lari dimulai, kelinci pun langsung melesat jauh meninggalkan kura-kura.

Karena merasa masih punya banyak waktu dan jarak yang cukup jauh, belum sampai garis finish si kelinci memutuskan untuk tidur siang dulu di pinggir jalan. Di sisi lain, kura-kura terus sekuat tenaga untuk berlari sampai ke garis finish dan kelinci pun tidak sadar kalau dirinya sudah disalip kura-kura karena keasikan tidur. Akhirnya kura-kura pun memenangkan perlombaan dan membuat kelinci kaget minta ampun. Kura-kura yang menang mendapat sorak sorai dari hewan yang lain sedangkan kelinci pulang dengan tertunduk malu.

Contoh cerita pendek anak sekolah dasar di atas merupakan fabel yang memiliki pesan moral bahwa menjadi orang tidak boleh sombong dan menyepelekan lawan hanya karena memiliki satu keunggulan dibandingkan yang lainnya. Selain itu pesan moral yang juga bisa diambil adalah dari sisi kura-kura dimana meski ia sadar ia tidak bisa mengalahkan kelinci dalam hal kecepatan namun ia tidak gentar dalam menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah meski sejak awal hasilnya lari si kelinci bisa membuat jarak antara mereka jadi sangat jauh. Akhirnya, kerja keras dan sikap pantang menyerah yang bisa menang dan bukannya kesombongan.

 

  1. Kisah antara semut dan belalang

 

Suatu hari di musim panas yang terik dan melelahkan, seekor semut terlihat rajin bekerja mengumpulkan makanan. Ia mencari dan mengangkut bahan makanan yang ia temukan untuk dikumpulkan dan disimpan di dalam lumbungnya.

Meski panas yang terik dan hujan yang turun membasahi tanah dan tubuhnya ia tetap bekerja dengan giat agar nanti saat musim dingin tiba semut bisa memiliki persediaan makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Melihat hal ini si belalang menegur semut dan berkata,”Hey, Semut. Kenapa kau begitu rajin mengumpulkan makanan tanpa henti?”. Kemudian dijawab oleh semut,”Aku harus mengumpulkan banyak makanan agar saat musim dingin nanti tidak mati karena kelaparan”.

Mendengar jawaban si semut, belalang pun terbawa terbahak-bahak, katanya,”Hahahahaha kenapa repot sekali? Musim dingin masih lama!” Belalang pun berlalu sambil memakan daun yang jadi makanannya. Semut tetap bekerja dengan keras dan giat mengumpulkan makanan yang banyak, sementara sepanjang musim panas dan musim selanjutnya belalang tetap bermalas-malasan dan tidak mengumpulkan makanan untuk musim dingin di mana persediaan makanan nantinya akan sulit untuk dicari.

Sampai akhirnya musim dingin datang dan ternyata berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya. Belalang pun hampir mati karena tidak punya cadangan makanan yang cukup dan minta makanan kepada semut. Semut yang baik hati tidak tega melihat belalang yang kelaparan dan mau berbagi makanan dengannya.

Pelajaran moral yang bisa diambil dari cerpen anak sekolah  dasar di atas adalah bahwa agar tidak susah nanti di waktu yang akan datang, seseorang tidak boleh bermalas-malasan. Pekerjaan yang dilakukan sedikit demi sedikit namun dikerjakan terus-terusan akan membuahkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan menunda pekerjaan karena merasa masih punya waktu yang banyak.

Penting untuk tidak menunda pekerjaan karena kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi di masa depan. Pada cerita di atas, musim dingin yang datang lebih panjang dari biasanya adalah kejadian tidak terduga dan si belalang tidak bisa mengantisipasinya karena ia malas mengumpulkan makanan sejak awal.

 

  1. Kisah tentang anak kambing yang cerdik

 

Di dalam sebuah hutan terdapat rumah kecil yang dihuni oleh ibu kambing dan anak kambingnya. Suatu hari ibu kambing harus pergi ke luar rumah untuk mengunjungi nenek kambing yang tinggal agak jauh dari rumah mereka.

Karena khawatir anaknya dimangsa oleh serigala ketika ditinggal sendirian di rumah, ibu kambing mengajari anak kambing sebuah lagu yang menjadi tanda agar anak kambing tidak membukakan pintu untuk hewan yang lainnya. Nanti jika ibu kambing sudah pulang, ibu kambing akan menyanyikan lagu tersebut sehingga si anak bisa tahu kalau ibunya sudah pulang. Setelah mengajarkan lagu tersebut si ibu kambing pun pergi ke rumah nenek kambing di tengah hutan.

Tiba-tiba, datang seekor serigala yang berniat untuk memakan anak kambing yang sendirian di rumah. Ia pun mendengar ketika ibu kambing mengajarkan lagu spesial untuk anak kambing. Untuk mengelabui si anak kambing, serigala pun bernyanyi di depan pintu menyanyikan lagu yang diajarkan oleh ibu kambing. Anak kambing yang mendengar lagu ini pun bertanya-tanya, “Apakah ibu sudah pulang? Kan ia baru keluar belum lama.” Karena curiga ia pun mengintip dari balik jendela dan mendapati ternyata bukan ibunyalah yang ada di depan pintu melainkan serigala.

Melihat hal tersebut anak kambing kemudian berteriak sekuat tenaga meminta bantuan tetangga hewan yang lain agar menolongnya. Serigala yang takut dan panik lalu pergi meninggalkan rumah kambing dan tidak jadi memangsa anak kambing.

Pesan moral dari contoh cerpen anak sekolah dasar di atas adalah bahwa Anda sebagai orang tua bisa mengajarkan kepada anak untuk waspada dan hati-hati dengan orang asing. Bahkan jika orang asing tersebut tahu nama si anak, jika tidak sedang bersama dengan orang tua ada baiknya untuk tidak dekat-dekat dan mau diajak pergi, atau membukakan pintu rumah.

 

  1. Kisah seekor semut yang balas budi

 

Suatu hari di tengah hutan yang damai, ada seekor semut kecil yang hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumahnya. Sungai yang akan diseberangi memiliki arus air yang cukup kencang. Dengan sangat hati-hati semut menyeberangi sungai menggunakan kakinya yang kecil, tapi di tengah sungai ia pun tergelincir oleh batu yang licin dan terbawa arus sungai yang deras. Ia pun berteriak minta tolong sekuat tenaga.

Seekor burung merpati yang kebetulan tengah terbang melintasi sungai mendengar teriakan si semut. Ia pun turun dan mengambilkan daun untuk menolong semut yang hampir tenggelam. Semut buru-buru naik ke atas daun sehingga ia pun tidak jadi tenggelam dan bisa menyeberang dengan selamat.

Beberapa hari setelah itu, semut yang sedang mencari makanan melihat seorang pemburu tengah membidik sasarannya. Ternyata yang jadi sasaran pemburu adalah burung merpati yang kemarin menolongnya. Ketika akan menembakkan senapannya, si semut pun menggigit kaki pemburu dengan kencang sehingga si pemburu kaget dan melepaskan tembakan.

Untungnya tembakannya meleset dan merpati pun bisa kabur karena mendengar suara tembakan. Burung merpati mengenali si semut yang ditolongnya di sungai telah menyelematkannya dari pemburu. Ia pun turun dan berterima kasih pada semut. Keduanya pun menjadi sahabat baik yang saling tolong menolong.

Pesan moral yang ada di cerita ini mengajarkan bahwa memiliki sifat yang mudah menolong orang lain, berempati terhadap penderitaan orang lain adalah sifat yang baik dan sebaiknya dimiliki setiap orang. Selain itu cerpen anak sekolah dasar ini juga mengajarkan bahwa ketika sedang dalam kesusahan jangan ragu untuk minta tolong kepada orang lain, kemudian jangan lupa untuk menunjukkan rasa terima kasih baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan.

 

  1. Cerita kupu-kupu yang punya hati mulia
Cerita kupu-kupu yang punya hati mulia - Prestasi Global

Sumber : Gubug Dongeng

 

Di sebuah taman yang cantik, seekor semut kecil berjalan-jalan mengelilingi taman di pagi hari yang cerah. Sungguh hari yang indah untuk menikmati pemandangan taman dan saling menyapa dengan hewan yang lain. Lalu kemudian semut melihat ada sebuah kepompong menggantung di salah satu tanaman.

Semut kemudian berkata,”Kasian sekali kamu kepompong, sudah jelek tidak bisa ke mana-mana lagi. Ayo turun dan nikmati taman yang cantik ini!” Tapi kepompong tersebut diam saja  dan tidak menanggapi semut. Kemudian semut pun melanjutkan jalan-jalannya tanpa menghiraukan kepompong.

Suatu hari karena kecerobohannya, semut jatuh ke dalam kubangan lumpur karena semalam hujan lebat. Karena tidak bisa berenang dan keluar dari lumpur, semut pun berteriak minta tolong. Kebetulan ada seekor kupu-kupu cantik yang melintas dan melihat semut yang sedang kesusahan.

Diambilnya ranting kecil kemudian diulurkannya ke arah semut, “Ayo semut! Raih ranting ini dan aku akan mengangkatmu keluar dari lumpur!” Semut pun meraih ranting tersebut dan berhasil keluar dari jebakan lumpur. Ketika akan berterima kasih kepada kupu-kupu, betapa malunya semut bahwa yang telah menyelamatkannya adalah kepompong jelek yang ia hina tempo hari. Ia pun meminta maaf pada kupu-kupu dan kupu-kupu pun memaafkannya.

Contoh cerita pendek anak sekolah dasar di atas bisa mengajarkan anak untuk tidak dengan mudah menilai orang lain hanya dari penampilannya saja. Mengejek orang lain hanya karena penampilannya yang berbeda bisa menyakiti hati orang. Selain itu pesan moral lainnya adalah dengan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kupu-kupu yang tadinya diejek oleh semut tidak segan untuk memberikan bantuan ketika semut berada dalam masalah sehingga semut keburukan bisa diubah menjadi kebaikan.

Kumpulan cerita pendek anak sekolah dasar dengan pesan moral di dalamnya

Selain cerita fabel yang menggunakan hewan sebagai pertokohannya, masih banyak tipe cerita-cerita fiksi lainnya yang bisa Anda berikan kepada anak-anak. Cerita yang menggunakan manusia maupun objek mati lainnya sebagai pertokohan sehingga anak-anak bisa memiliki daya imajinasi yang lebih aktif.

Tidak hanya menarik untuk disimak, cerita-cerita pendek di bawah ini juga masih memiliki nilai edukasi yang baik untuk perkembangan otak anak yang bisa berguna untuk masa depannya nanti. Kami dari Sekolah Prestasi Global mendorong tenaga pendidik dan juga orang tua untuk terus menghidupkan imajinasi dan kreativitas anak-anak dengan cara yang bervariasi. Berikut adalah kumpulan contoh cerpen anak sekolah dasar lainnya untuk Anda ceritakan dan peragakan bersama si kecil.

 

  1. Kisah anak gembala yang nakal

 

Di sebuah desa ada seorang anak gembala yang mendapatkan tugas dari seorang saudagar kaya untuk menggembalakan domba-dombanya. Ia mendapatkan pesan dari sang majikan untuk menjaga dombanya dengan baik dan berteriak minta tolong jika ada serigala yang datang. Ketika menggembala di padang rumput anak tersebut merasa bosan.

Ia pun berbuat jahil dengan berteriak minta tolong padahal tidak ada serigala yang mendatanginya. Mendengar suara teriakan anak gembala, para warga pun berdatangan hendak menolong tapi bukan serigala yang ditemukan malah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu warga desa.

Kenakalan  anak gembala tersebut pun dilakukan beberapa kali. Dan setiap kali warga mendatangi teriakan anak gembala, lagi-lagi si anak gembala hanya tertawa saja. Sampai pada suatu hari benar-benar datang segerombolan serigala hendak memangsa domba yang digembalakan.

Karena panik si anak gembala pun  berteriak minta tolong tapi tidak ada warga yang mau menolongnya karena mereka menduga si anak hanya bermain-main saja. Alhasil semua domba berhasil dimangsa oleh kawanan serigala dan si anak gembala pun dimarahi oleh majikannya.

Contoh cerita pendek anak sekolah di atas menggambarkan betapa pentingnya untuk bersikap jujur kapan saja dan di mana saja karena jika sudah tidak bersikap jujur maka akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jika tidak dipercaya orang lain maka ketika kita membutuhkan bantuan orang, akan sulit mendapatkannya karena kebiasaan berbohongnya.

 

  1. Kisah dua sahabat

 

Dua orang sahabat melakukan perjalanan bersama-sama. Di tengah perjalanan keduanya bertengkar karena masalah yang sepele. Tapi karena kesal dan marah, salah seorang dari dua sahabat tersebut menampar temannya. Teman yang ditampar kemudian menuliskan pesan di atas pasir, “Hari ini sahabat baikku menamparku.” Kemudian melanjutkan perjalanan bersama dengan sahabatnya.

Setibanya di sebuah sungai, sahabat yang ditampar tadi terjatuh dan hampir tenggelam. Melihat sahabatnya tenggelam, sahabat yang menampar langsung menolong temannya dengan sigap dan cepat. Kemudian teman yang jatuh tersebut menulis pesan di atas batu, “Hari ini sahabat baikku menyelamatkan hidupku.”

Sahabat yang menampar temannya tadi bertanya kepada temannya,”Mengapa engkau menulis kesalahanku di atas pasir, sedangkan menulis kebaikanku di atas batu?” Si sahabat satunya menjawab,”Agar kesalahan yang kau lakukan bisa langsung hilang terhapus oleh angin, sedangkan kebaikanmu bisa terpahat selamanya di atas batu dan akan selalu diingat.” Keduanya pun berpelukan dan melanjutkan perjalanan dengan persahabatan yang lebih erat.

Pesan moral yang bisa diambil dari contoh cerpen anak sekolah dasar di atas adalah bahwa ketika seseorang melakukan kesalahan maka cepat-cepatlah dimaafkan agar tidak diingat terus dan merusak hubungan dengan teman, sedangkan kebaikannya diingat selalu agar sesama sahabat punya kenangan yang indah satu sama lain. Pesan lainnya yang bisa dipetik adalah meski sedang marahan namun jika teman sedang membutuhkan bantuan maka bantulah sebisa mungkin agar tali persahabatan tidak putus.

 

  1. Cerita Topan anak yang rajin

 

Di sebuah desa tinggallah seorang anak bernama Topan dengan ibunya. Topan dan ibunya tidak punya banyak harta, ibunya bekerja sebagai pedagang sayur di pasar dan Topan membantu ibunya dengan menggembalakan kambing milik saudagar di desanya. Suatu hari ketika Topan menggembalakan kambing di padang rumput sambil membaca buku, datanglah seorang kakek tua yang terlihat kelelahan meminta izin pada Topan untuk menumpang duduk di bawah pohon. Topan pun mempersilahkan kakek tersebut untuk duduk bersamanya bahkan menawarkan bekal minuman yang ia bawa dari rumah.

Kakek bertanya kepada Topan, “Apakah Kamu tidak sekolah?” Dengan sedih Topan menjawab bahwa keluarganya tidak punya uang untuk menyekolahkan Topan. Tapi meski begitu Topan tetap semangat dan rajin membaca dari buku-buku yang ia pinjam dari temannya.

Keesokan harinya sepulangnya dari menggembalakan kambing, ibu Topan keluar dari rumah dan langsung memeluk Topan. Katanya, Topan mendapat undangan untuk masuk ke sekolah dengan biaya yang gratis. Alangkah kaget dan senangnya Topan ketika ia berangkat ke sekolah dan bertemu dengan si kakek yang duduk bersamanya waktu itu ternyata adalah kepala sekolah dari sekolah tempatnya ia akan belajar.

Cerita cerpen anak sekolah dasar tersebut sangat cocok diceritakan kepada anak-anak sekolah agar tetap rajin belajar dan menggapai cita-cita meski banyak batasnya. Sifat Topan yang baik hati dan mau berbagi dengan sesama ketika bertemu dengan kakek tua yang terlihat lelah juga bisa jadi contoh yang baik agar anak bisa berbuat baik dengan siapa saja tidak memandang bulu dan tanpa mengharapkan kebaikan. Kebaikan yang dilakukan bisa dibalas dalam bentuk lain oleh orang lain.

 

  1. Kisah Jaka dan pengemis

 

Di sebuah desa, tinggallah seorang pria bernama Jaka dan juga keluarganya. Jaka memiliki seorang istri dan 3 anak yang harus diberinya makan. Sayangnya saat itu sedang musim hujan dan sudah lebih dari satu minggu hujan tidak berhenti. Karena hujan, Jaka tidak bisa bekerja untuk membeli makanan untuk anak dan istrinya, persediaan makanan pun sudah habis dan tidak cukup untuk hidup besok-besoknya.

Istri Jaka menghampiri suaminya dengan membawa lima buah kentang, katanya makanan di dapur tinggal itu saja dan tidak ada yang lain. Jaka kemudian menyuruh istrinya untuk memberikan kentang tersebut pada anaknya, dan ia akan keluar untuk mencari  bahan makanan meski sedang hujan.

Ketika hendak keluar rumah, pintu rumah Jaka pun  diketuk oleh seorang pengemis. Melihat pengemis yang renta dan kelaparan membuat Jaka tidak tega dan memberikannya lima buah kentang yang disimpannya untuk anak-anaknya. Pengemis tersebut menerima 4 buah kentang dari Jaka dan memberikan 1 sisanya kepada Jaka. Ia menyuruh Jaka untuk memberikan 1 buah kentang tersebut kepada anak-anaknya.

Setelah pengemis pergi, secara ajaib 1 buah kentang yang dipotong tersebut setiap potongannya akan menghasilkan 5 buah kentang yang baru, begitu seterusnya. Alhasil keluarga Jaka tidak lagi kekurangan makanan, bahkan ia bisa menanam sisa kentang untuk jadi bahan panennya nanti, dan sisanya ia berikan kepada tetangga-tetangganya.

Sungguh cerpen anak sekolah dasar di atas bisa menjadi contoh bahwa bahkan ketika kita sedang kesusahan pun, jika membantu orang lain pasti akan ada balasannya yang berkali lipat dalam bentuk apapun. Oleh karena itu pesan yang bisa dipetik adalah jangan segan untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan dan berusaha sebisa mungkin membantu orang lain sesuai dengan kemampuannya.

 

  1. Kisah Abu Nawas yang mau terbang

 

Di sebuah negeri Timur  Tengah tempatnya 1001 malam terjadi, ada seorang pemuda bernama Abu Nawas yang membuat geger warga kerajaan. Ia mengaku mau terbang kepada orang-orang namun tidak ada yang percaya padanya. Karena kabar Abu Nawas yang mau terbang sangat heboh, berita ini pun sampai ke telinga Baginda Raja. Baginda kemudian memerintahkan rakyatnya untuk berkumpul di alun-alun untuk menyaksikan Abu Nawas yang mau terbang, jika ia tidak berhasil maka Abu akan dihukum karena berbohong.

Abu Nawas kemudian naik ke menara yang tinggi dan mengepak-ngepakkan tangannya seperti mau terbang. Baginda Raja pun jenuh menunggu dan memanggil Abu Nawas turun ke bawah dan bertanya kenapa tidak kunjung terbang? Abu Nawas pun menjawab ia bilang hanya mau terbang, bukan bisa terbang. Mendengar hal ini pun Baginda tidak jadi menghukum Abu karena ia tidak berbohong.

Demikian adalah beberapa contoh cerita pendek yang menarik dan mengandung pesan moral yang bisa diceritakan kepada anak-anak. Anda juga bisa mengisahkan cerpen anak sekolah cinta tanah air agar ia bisa memiliki rasa persatuan nasional di dalam dirinya sejak kecil.

Kami dari Sekolah Prestasi Global adalah lembaga pendidikan formal yang tidak hanya memberikan pendidikan akademik pada peserta didik namun juga pendidikan moral, wawasan kebangsaan, dan tidak lupa pendidikan religi khususnya agama Islam dengan kurikulum yang lebih modern. Melalui cerita pendek di atas, anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang lebih mengena dengan metode yang lebih pas dengan usia anak.

Artikel ini diproduksi oleh Jasa SEO Jakarta – Arfadia.

 

Kesimpulan :

Apa Saja Cerita Pendek untuk anak Sekolah Dasar bertema fabel ?

1. Kisah anak gembala yang nakal

2. Kisah dua sahabat

3. Cerita Topan anak yang rajin

4. Kisah Jaka dan pengemis

5. Kisah Abu Nawas yang mau terbang

Apa itu Cerita Pendek untuk anak sekolah ?

Cerita pendek untuk anak sekolah dasar adalah cerita-cerita fiksional yang bisa menceritakan mengenai kehidupan sehari-hari atau cerita fantasi dan khayalan di mana selain mendapatkan hiburan, anak-anak juga bisa memetik pelajaran moral yang terkandung di dalamnya

Apa Manfaat Cerita Pendek untuk anak sekolah

Membacakan dan memberikan banyak cerita pendek kepada anak-anak bisa melatih kebahasaannya, bisa merangsang daya imajinasi anak sehingga ia bisa tumbuh dan berkembang jadi anak yang lebih kreatif, bagus untuk perkembangan otak dan memicu daya empatinya terhadap lingkungan sekitarnya, hingga bisa melatihnya untuk memiliki pengetahuan mengenai kehidupan sosial di dalam cerita sebagai referensinya untuk diterapkan di dunia nyata

(Visited 23.609 times, 416 visits today)
WhatsApp WhatsApp us