Bagikan Artikel Ini:

Perubahan kebiasaan belajar secara mendadak akibat wabah Covid-19 memang berdampak besar pada capaian belajar siswa. Inilah alasannya keputusan untuk memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka disambut gembira beberapa pihak. Sebagai referensi Anda terutama para pengajar, strategi pembelajaran PTM terbatas berikut mungkin dapat membantu.

Menjaga Keamanan dan Kesehatan Seluruh Warga Sekolah Selama PTM Terbatas

Sesuai SKB 4 Menteri (Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia) terkait PTM terbatas, yang paling patut diutamakan adalah keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah.

Prinsip kehati-hatian ini dilakukan terutama dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan menjaga jarak.

Dilansir dari akun Instagram pribadi dr. Adam Prabata, riset terbaru membuktikan risiko paparan virus Covid-19 dapat diminimalkan dengan beberapa langkah. Simak daftarnya.

1. Masker Wajah

Siapapun yang berada di sekolah saat pembelajaran tatap muka wajib mengenakan masker medis atau masker bedah. Masih menurut dokter yang aktif memberikan edukasi mengenai Covid-19 ini, efektifitas masker dalam menurunkan peluang paparan virus adalah mencapai 8 kali.

Setiap anak yang berusia di atas 2 tahun wajib memakai masker wajah dengan benar untuk menutupi hidung serta mulutnya. Ini adalah cara yang paling sederhana untuk melindungi semua orang dari resiko terpapar, terinfeksi atau menjadi sumber penularan.

Pembiasaan, support, dan teladan dari orang dewasa, termasuk guru dan tenaga pendidik akan mendorong siswa untuk mengenakan maskernya secara benar dan konsisten. Sekolah juga wajib memperhatikan kebutuhan masker sebagai cadangan bagi siapa saja warga sekolah yang membutuhkan.

2. Menjaga Jarak

Bangku siswa harus memiliki jarak paling sedikit 1,5 meter serta wajib diberlakukan pembatasan jumlah siswa dalam kelas. Untuk tingkat SD, SMP, sampai SMA dan sederajat jumlah maksimal peserta didik dalam kelas adalah 18 siswa.

Sementara untuk SDLB, MILB, MTsLB, dan SMLB atau MALB jumlah peserta didik dalam kelas dibatasi hanya 5 siswa. Selanjutnya untuk lembaga pendidikan PAUD kesetaraan jaga jarak minimal adalah 1 meter dengan jumlah siswa tiap kelas maksimal 5 peserta didik.

3. Mencuci Tangan

Pembelajaran Tatap Muka - Sekolah Prestasi Global

Photo by Kelly Sikkema On Unsplash

Selain itu siswa juga wajib mencuci tangan sebelum masuk kelas sehingga sekolah harus memastikan kecukupan fasilitas CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Ini termasuk sabun cuci tangan, air bersih, dan hand sanitizer.

Jika memungkinkan guru juga dapat menyelenggarakan aktivitas belajar mengajar di luar ruangan untuk memperkecil risiko paparan virus.

4. Membuka Jendela

Siapa sangka hanya dengan membuka jendela sepanjang hari di seluruh ruangan sekolah, risiko paparan bisa turun hingga 7 kali lipat. Tidak hanya di ruangan kelas, jendela di kantor guru atau ruang administrasi sekalipun sebaiknya tetap terbuka.

Dokter Adam menjelaskan bahwa risiko paparan virus Covid-19 dapat semakin diminimalkan jika semakin banyak jendela terbuka. Jadi sebaiknya matikan dulu pendingan ruangan dan sebagai gantinya buka jendela ruangan lebar-lebar.

5. Air Purifier

Dokter Adam juga merekomendasikan penggunaan alat pemurni udara alias air purifier dengan HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter di dalam ruangan. Alat tersebut berfungsi untuk mengurangi jumlah virus dan bakteri yang ada di udara sehingga dapat menurunkan risiko paparan hingga 5 kali.

Semakin besar air changes per hour (ACH) pada perangkat maka kemampuannya untuk menyaring virus, terutama Covid-19 juga akan semakin baik. 

6. Vaksin Covid-19

Belajar Tatap Muka - Sekolah Prestasi Global

Photo by Spencer Davis On Unsplash

Saat ini sudah tersedia vaksin Covid-19 untuk anak-anak di atas usia 12 tahun. Jadi sebaiknya siswa yang sudah memenuhi syarat baik dari segi usia maupun kesehatan lebih dahulu mendapatkan vaksin lengkap sebelum mengikuti PTM.

7. Melakukan Desinfeksi

Untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan virus Covid-19 sekolah wajib melakukan desinfeksi kepada lingkungan satuan pendidikan, termasuk sarana dan prasarana. Desinfeksi ini dilakukan sebelum dan sesudah proses belajar mengajar dalam PTM terbatas.

8. Memonitor Kesehatan Warga Sekolah

Ini dilakukan dengan pengukuran suhu bagi siapa pun warga satuan pendidikan yang terlibat dalam PTM terbatas. Selain itu monitoring juga dilakukan dengan menanyakan apakah yang bersangkutan ada yang mengalami gejala pilek, batuk, sakit tenggorokan, sulit menelan, atau sesak napas.

9. Berkoordinasi dengan Orangtua

Sebelum memulai metode cara belajar efektif saat PTM, akan lebih bijaksana jika guru melibatkan orangtua untuk mempersiapkan putra-putrinya. Ini karena para siswa membutuhkan penyesuaian diri kembali setelah sekian lama hanya berkutat dengan gawai untuk belajar.

Selain itu melibatkan orangtua sangat penting berkenaan dengan pemberlakukan protokol kesehatan ketat di sekolah sebagaimana himbauan pemerintah. Sebagai langkah pertama pihak sekolah dapat mengadakan pertemuan untuk menginformasikan kepada orangtua bahwa sekolah akan memulai pembelajaran offline kembali.

10. Membangun Suasana Belajar yang Menyenangkan

Cara Belajar Efektif - Sekolah Prestasi Global

Photo by Annie Spratt On Unsplash

Siswa perlu waktu untuk menemukan ritme belajarnya kembali di sekolah setelah lebih dari 1 tahun menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru sebaiknya jangan terlalu berorientasi pada hasil, melainkan proses untuk menghindari dampak yang kurang baik pada psikis peserta didik.

Memang tidak mudah untuk melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat sekaligus membangun suasana kelas jadi menyenangkan. Untuk itu guru perlu mengupayakan pembelajaran inovatif untuk membangkitkan semangat siswa dan sedikit demi sedikit mengatasi loss learning (hilangnya capaian belajar).

11. Memanfaatkan Media Pembelajaran

Menggunakan media pembelajaran dapat membantu Anda, para pengajar untuk membuat suasana belajar menjadi lebih seru. Tidak perlu media yang berkaitan dengan teknologi canggih, karena mungkin siswa sudah sangat jenuh dengan perangkat gawai saat belajar daring.

Manfaatkan media-media belajar sederhana di sekitar kita, yang dulu mungkin terkesan konvensional. Walaupun kelihatan kuno jika hasilnya dapat membuat siswa menyerap materi dengan lebih baik, tidak masalah, bukan?

Belajar di luar ruangan juga bisa menjadi pilihan jika memang memungkinkan. Selain memberi kesempatan guru dan siswa untuk merasakan suasana dan atmosfer yang berbeda, beraktivitas outdoor juga lebih disarankan saat pandemi. Ini karena virus lebih rapuh dan mudah mati saat terkena sinar matahari.

Prinsip dan Strategi Pembelajaran Sesuai Panduan Paud Dikdasmen (Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah)

Walaupun masih menimbulkan pro dan kontra namun tidak sedikit yang berharap para pelajar segera kembali ke sekolah. Alasannya terutama karena perubahan cara belajar secara mendadak akibat pandemi berdampak pada turunnya prestasi akademik.

Beberapa faktor penyebabnya antara lain: sulitnya peserta didik, orang tua, bahkan guru untuk beradaptasi dan platform teknologi yang kurang memadai.

The Organisation for Economic Co-operation and Development bahkan telah mempublikasikan hasil riset mengenai permasalahan ini. Faktanya, sekolah-sekolah yang berada di kawasan berpenghasilan rendah mengalami krisis kemajuan pembelajaran yang terbilang parah saat PJJ karena pandemi.

Nah, untuk mengatasi learning loss pada peserta didik Anda, Paud Dikdasmen telah menyusun metode pembelajaran saat pandemi. Strategi pengajaran tersebut dapat memudahkan guru merealisasikan proses belajar mengajar yang efektif di kelas saat PTM.

Ada 3 prinsip penting dalam pengajaran berkaitan dengan arahan tersebut, yaitu kurikulum pendidikan, pembelajaran, dan asesmen. Prinsip-prinsip tersebut tertuang dalam 4 metode di bawah ini.

1. Praktik

Upaya untuk mengembangkan kemampuan siswa dengan cara mendemonstrasikan suatu pengertian dalam tindakan riil. Ini misalnya melakukan percakapan dalam bahasa asing dengan teman, praktik gerakan olahraga, bermain musik, dan lain-lain.

2. Diskusi

Mengembangkan nalar dan logika siswa dengan memberikan persoalan untuk dicari solusinya secara bersama-sama dalam kelompok.

3. Refleksi

Melakukan penilaian sudah sejauh mana peserta didik berhasil mencapai tujuan belajar. Hasil penilaian tersebut berguna untuk menyusun langkah perbaikan proses belajar.

4. Umpan Balik

memberikan umpan balik terkait penugasan kepada siswa.

Strategi Kombinasi Belajar Dengan Tatap Muka dan Daring

Pemangkasan jumlah pertemuan serta durasi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) saat pertemuan tatap muka tentu menyulitkan penyampaian materi secara optimal. Inilah sebabnya sekolah juga harus tetap menyediakan layanan pembelajaran secara daring sebagai cara belajar efektif di masa pandemic.

Ini juga termasuk untuk siswa yang lebih memilih tetap belajar online, atau mereka memperoleh giliran belajar di rumah. Ini mengingat pembatasan jumlah siswa dalam kelas sehingga guru harus membagi peserta didik dalam dua grup. Selanjutnya mereka akan hadir ke sekolah secara bergantian.

Kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring ini disebut blended learning atau dual moda. Dengan evaluasi dan perbaikan yang berkesinambungan, metode pembelajaran campuran ini diharapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien di masa pandemi.

Tolok ukurnya adalah siswa dapat memahami materi secara optimal serta meraih capaian akademik yang memuaskan.

Yang menjadi kunci kesuksesan metode ini adalah kesiapan dari peserta didik serta pihak pengajar. Dalam sistem pengajaran dual moda, metode tatap muka (konvensional) dan daring harus berjalan beriringan secara berimbang.

Di sini guru berperan sebagai fasilitator, dan bukan lagi pusat perhatian dalam kegiatan belajar-mengajar. Sebaliknya, peserta didiklah yang justru merupakan fokus utama dalam pembelajaran.

Mengingat waktu PTM yang terbatas di kelas, sangat penting bagi peserta didik untuk mendapatkan pemahaman penuh terkait materi serta perintah guru. Aktivitas dalam kelas PTM misalnya menonton film edukasi, berdiskusi dengan guru atau teman, dan simulasi/praktik dari materi sebelumnya.

Siswa juga dapat memanfaatkan jam tatap muka untuk menanyakan materi yang belum dipahami kepada guru atau teman.

Selanjutnya untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guru dapat menerapkan beberapa strategi agar metode blended learning membawa hasil yang memuaskan. Berikut panduan atau tips mengajar efektif untuk Anda.

  • Self paced atau misalnya dengan memberikan materi untuk belajar mandiri di rumah. Sumber belajar bisa berupa video, audio, atau bahan bacaan.
  • Tugas kontekstual bisa dalam bentuk wawancara atau pengamatan yang berhubungan dengan suatu permasalahan. Narasumber untuk tugas kontekstual ini biasanya berada tidak jauh dari domisili siswa.
  • Tugas kolaborasi atau kelompok berguna tidak hanya untuk mengembangkan kompetensi anak secara akademik tetapi juga kecerdasan sosialnya.
  • Penugasan berupa proyek akan mengajarkan siswa untuk bekerja dalam tim, menghargai pendapat orang lain, dan berkontribusi sebaik mungkin demi tujuan bersama.
  • Refleksi pribadi dapat diberikan dengan bertanya kepada siswa terkait capaian belajar mereka. Dengan menyadari kekurangannya pengajar dapat membantu peserta didik menentukan langkah-langkah perbaikan untuk kedepannya.

Tentu saja saja Anda selalu dapat berimprovisasi dan berkreasi dalam menerapkan strategi pembelajaran PTM terbatas untuk peserta didik. Yang terpenting adalah tujuan pembelajaran dapat tercapai semaksimal mungkin.

Apakah saat ini Anda tengah mencari lembaga pendidikan profesional dan berkualitas untuk putra-putri Anda? Jangan ragu untuk bergabung bersama kami Prestasi Global, Modern Islamic School.

Dengan mengutamakan bekal keagamaan, buah hati Anda akan dicetak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul tidak hanya dari segi IPTEK tetapi juga IMTAQ.

Baca Juga: Mencegah Penyebaran Bakteri dan Kuman Pada Anak Di Masa Pandemic Covid-19

Ada berapa tips yang dapat diterapkan dalam pembelajaran tatap muka?

Ada 11 tips yang menjadikan pembelajaran tatap muka menyenangkan dan aman

Apa fungsi dari air purifier?

Air purifier berfungsi untuk mengurangi jumlah virus dan bakteri yang ada di udara sehingga dapat menurunkan risiko paparan hingga 5 kali

Apa itu blended learning atau dual moda?

Kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring disebut dengan blended learning atau dual moda

(Visited 95 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us