Orang tua mana yang tidak cemas saat mendapati anak yang biasanya selalu ceria tiba-tiba sering duduk termenung dan melamun (bengong). Jika hanya terlihat tidak fokus dan termenung sebentar, mungkin masih terbilang wajar.

Namun jika ini kerap terjadi atau bahkan sepanjang hari, apakah hal tersebut normal? Atau justru merupakan pertanda sang buah hati memiliki masalah mental?

Untuk lebih jelasnya, berikut informasi seputar penyebab dan cara mengatasi anak yang sering terlihat bengong dan tidak fokus.

Penyebab Anak Melamun dan Terlihat Tidak Fokus

Sebenarnya, para orang tua tidak perlu terlalu khawatir secara berlebihan ketika mendapati anak terlihat bengong atau tidak fokus pada saat beraktivitas, misalnya ketika sedang belajar. Sebab, situasi ini menandakan kalau saraf otak anak sedang bekerja sambil berimajinasi.

Perlu dipahami bahwa kondisi tersebut menandakan anak menyimpan potensi yang besar dalam dirinya. Meskipun demikian, cermati pula jika sang anak terlihat menjadi sering tidak fokus.

Sebagai informasi, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak menjadi sering bengong ketika sedang beraktivitas sehari-hari, berikut diantaranya:

Kurang Tidur

Anak melamun sepanjang hari bisa disebabkan karena kurang tidur. Umumnya, waktu tidur yang ideal untuk anak kecil adalah antara 8-10 jam sehari.

Ketika waktu tidur ideal tidak tercapai, maka ia akan sulit untuk berkonsentrasi baik saat beraktivitas sehari-hari maupun saat belajar di sekolah. Jika dibiarkan, tingkat prestasinya berpotensi mengalami penurunan.

Screen Time Berlebihan

Hal yang mungkin menjadi penyebab anak sering terlihat diam dan tidak fokus adalah screen time yang dilakukan secara berlebihan. Ini merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan waktu yang dihabiskan untuk melihat layar elektronik.

Bisa dalam bentuk layar televisi, smartphone, komputer, tablet digital, hingga video game. Akibat dari screen time yang dilakukan secara berlebihan ini akan membuat pikiran anak melayang kemana-mana terdampak imbas dari film atau video yang ditonton.

Pada akhirnya, sang anak akan terperangkap dalam imajinasinya sendiri sehingga menjelma sebagai sosok yang lebih pendiam serta minim interaksi.

Bahkan saat diajak berkomunikasi pun, ia seringkali tidak “nyambung” karena mengalami kesulitan untuk fokus dengan objek atau subjek yang ada di dekatnya.

Terkena Anemia

Anak yang suka melamun dan tidak fokus bisa jadi karena terkena anemia, apalagi jika disertai dengan gejala wajah yang terlihat pucat. Pada anak, kasus anemia yang paling sering terjadi diakibatkan kekurangan zat besi.

Seperti diketahui, zat besi selain berfungsi membentuk sel darah merah juga berperan penting bagi perkembangan otak dan juga kecerdasan anak. Jika kekurangan zat besi, anak akan berpotensi memiliki IQ rendah sehingga terlihat sering bengong dan lambat dalam berpikir.

Anak Sering Terlihat Melamun karena Kurang Vitamin B12

Kebiasaan sering termenung juga bisa disebabkan karena kekurangan vitamin B12. Hal ini didukung oleh fakta yang diperoleh dari jurnal Cureus yang menyatakan bahwa orang yang kekurangan vitamin B12 akan berdampak negatif bagi tubuh.

Sebab, kekurangan nutrisi yang satu ini akan membuat sistem saraf pusat menjadi terganggu. Akibatnya, anak dengan kadar vitamin B12 yang rendah kerap merasa pusing, sulit berkonsentrasi, dan menyelesaikan tugas.

Masalah Psikologis

Selain kekurangan nutrisi, anak yang memiliki masalah dalam hal kesehatan mental juga bisa sering termenung dan bengong.

Penyebab dari masalah mental bisa berbagai macam, mulai dari merasa depresi, mengalami perundungan (bullying), terkena penyakit kronis, konflik dalam keluarga, mengalami tindak kekerasan (child abuse), dan lain sebagainya.

Dampak dari terganggunya mental sang anak membuatnya kerap bengong, sering menangis, menjadi lebih pendiam, nafsu makan berkurang, mengurung diri dalam kamar, malas beraktivitas, dan lain-lain.

Mengalami ADHD

Apabila anak Anda sering sekali sulit untuk diajak fokus, ada kemungkinan mengalami gangguan kesehatan yang dikenal dengan ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder).

Merupakan gangguan yang umum terjadi pada masa kecil namun bisa berlangsung hingga dewasa. Bahkan, gejala ADHD bisa semakin parah sehingga membuat sang anak seringkali mengalami kesulitan saat berada di rumah, sekolah, atau saat berinteraksi dengan teman.

Ciri-ciri umum anak yang mengalami ADHD diantaranya adalah terlalu aktif, sering bertindak tanpa memikirkan akibatnya, dan sulit fokus di satu aktivitas.

Masalah Psikologi

Penyebab berikutnya yang membuat anak sering terlihat bengong dan termenung adalah masalah psikologi, seperti mengalami gangguan emosi pada diri mereka sendiri.

Selain itu, anak tersebut juga mengalami beberapa masalah mulai dari permasalah kecil hingga gangguan mental, seperti mengisolasi diri, sering merasa kelelahan, perubahan nafsu makan.

Anak yang bermasalah psikologi-nya juga kerap mengalami kesulitan berpikir dan muda putus asa.

Autisme

Salah satu kondisi yang membuat anak sering melamun adalah adanya gangguan perkembangan otak autisme.

Gejala lain yang ada pada anak dengan kasus autisme adalah kurangnya kontak mata, lebih suka bermain sendiri, pengulangan gerak tubuh, hingga gangguan bicara.

Cara Mengatasi Anak Sering Bengong dan Tidak Fokus

Setelah mengetahui apa saja yang membuat anak sering terlihat termenung, sebaiknya pahami juga apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada anak.

Beberapa tindakan yang bisa diterapkan ketika anak sering termenung dan sulit untuk berkonsentrasi diantaranya adalah sebagai berikut:

Penuhi Nutrisi

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi anak yang sering melamun adalah dengan memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan sang anak.

Seperti, memberi asupan yang meningkatkan fokus dan memori otak seperti vitamin B6 dan B12, zat besi, kolin, DHA, dan lain sebagainya.

Melatih Konsentrasi Anak

Jika anak terlihat sulit untuk fokus, cari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi permasalahannya. Apabila disebabkan karena screen time yang terlalu berlebihan, buat batasan dan atur jadwal kapan anak boleh melakukan aktivitas screen time.

Misalnya, boleh menonton TV setelah makan malam, boleh bermain gadget maksimal 2 jam per hari, dan lain sebagainya.

Kemudian, alihkan perhatian sang anak dengan mengajaknya melakukan aktivitas yang digemari oleh anak seperti membaca, membuat kue, atau memasak bersama.

Waktu Tidur yang Cukup dan Teratur

Mengatasi anak sering melamun yang disebabkan kurang tidur adalah dengan memastikan bahwa sang anak mendapatkan waktu tidur yang cukup. Caranya adalah dengan membuat jadwal tidur yang teratur dan memastikan mereka mematuhi jadwal tersebut.

Konsultasi Ke Dokter

Apabila semua cara telah dilakukan dan anak tetap terlihat sering termenung dan tidak fokus, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Sebab, bisa jadi penyebab anak yang suka bengong tersebut dikarenakan ADHD, autisme, atau permasalahan lainnya yang harus mendapat penanganan dan perawatan secara profesional dari tenaga ahli.

Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab dan cara mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan mengapa anak terlihat seringkali bengong, termenung, dan bahkan tidak bisa fokus.

Jika masih dalam taraf yang wajar dan hanya terjadi sejenak maka Anda tidak perlu cemas atau khawatir.

Namun bila hal tersebut terjadi berulang kali dan disertai dengan gejala lain yang tidak biasa. Alangkah lebih baiknya segera ajak anak ke dokter untuk berkonsultasi agar bisa memperoleh kepastian penyebab anak sering melamun sehingga cepat mendapat penanganan yang tepat.