Bagikan Artikel Ini:

Sejarah Islam bermula dari abad ke-7, tepatnya saat wahyu pertama diturunkan pada 611 masehi kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari turunnya wahyu tersebut hingga kini, agama yang diajarkan Rasulullah telah berkembang pesat. Islam tidak hanya besar di Jazirah Arab saja melainkan, menyebar ke seluruh dunia.

Bagaimana sejarah Islam di Dunia hingga bisa seperti sekarang? Tentu ada banyak hal yang dilewati, banyak hal pula yang harus dikorbankan.

Awal Perkembangan Islam

Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun pertama setelah menerima wahyu. Dakwah itu beliau sebarkan kepada orang yang dipercayai sekaligus bisa membawa dan merahasiakan pesan. Di awal masa dakwah ada sekitar 67 orang yang menyatakan bahwa dirinya muslim. Diantara 27 orang tersebut ada Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah, Waraqah, Utsman bin Affan, dan tentu saja isteri beliau Khadijah.

Barulah setelah menerima wahyu dari Allah SWT melalui QS. Asy-Syu’araa’ : 214, beliau memulai dakwah secara terbuka. Dakwah terbuka tersebut memicu respon yang tidak mengenakan dari suku Quraisy. Penentangan akan ajaran Islam terus ditolak sampai beberapa tahun masa dakwah.

Penolakan yang terjadi tidak terlepas dari kota Mekah yang saat itu menjadi pusat ibadah suku Quraisy. Ka’bah berubah menjadi tempat pemujaan berhala yang didatangi setiap hari. Akibat dari berbagai penolakan dan kekerasan yang diterima, kemudian Allah SWT memberikan perintah untuk hijrah ke Madinah. Dalam kurun waktu 23 tahun Rasulullah berdakwah, 10 tahun ia habiskan di Mekah dan sisanya di Madinah.

Masa Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin

Sejarah Islam - Sekolah Prestasi Global

Khulafaur Rasyidin adalah 4 khalifah pertama yang dipercaya memimpin umat setelah Rasulullah wafat pada 632 masehi. Masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dimulai dari Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

     1. Abu Bakar Ash-Shiddiq

Kepemimpinan Abu Bakar atau Abdullah bin Abi Quhafa AtTamimi berlangsung pada 632-634 masehi. Beliau adalah seorang yang terpelajar, rendah hati, penyabar dan juga seseorang yang terkenal dermawan. Abu Bakar melakukan banyak hal di masa kepemimpinannya. Ia menyatukan kembali umat dan meneruskan keinginan nabi yang belum sempat tercapai.

Beberapa kebijakan yang dilakukan beliau semasa kepemimpinanya yaitu :

  • Mengirimkan pasukan ke Romawi
  • Menertibkan pembangkang zakat
  • Menyatukan Al Quran
  • Memperluas wilayah hingga Irak, Hirab, dan Suriah
  • Mencegah adanya nabi palsu

     2. Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab yang bernama lengkap Umar bin Khattab bin Nufail, memimpin pada 634-644 masehi. Beliau mendapat gelar Amir Al Mukminin yang berarti komandan dari orang-orang yang beriman. Umar bin Khattab terkenal sebagai orang yang tegas, pemberani, dan tidak mudah menyerah.

Pada masa kepemimpinannya, beliau memiliki beberapa kebijakan diantaranya yaitu :

  • Membangun tempat pembelajaran
  • Pembangunan masjid di pusat kota
  • Mendirikan klinik
  • Sistem pembagian wilayah
  • Memisahkan antara Yudikatif dan Eksekutif
  • Membuat lembaga penetapan dan penyelesaian kasus
  • Membuat kebijakan musyawarah
  • Membangun pusat perbendaharaan
  • Membangun berbagai infrastruktur

     3. Utsman Bin Affan

Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah atau Utsman bin Affan memimpin tahun 644-656. Beliau memiliki julukan Zun Nurain yang berarti dua cahaya yang didapat karena menikahi putri nabi secara berurutan. Utsman bin Affan dikenal sebagai orang yang lembut.

Pada masa kepemimpinannya ada banyak hal yang dilakukan oleh beliau, diantaranya adalah :

  • Standarisasi cara membaca Al-Quran
  • Perluasan wilayah
  • Mengangkat pejabat negara

     4. Ali Bin Abi Thalib

Ali bin ABi Thalib memimpin pada 656-661 masehi, beliau adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Beliau terkenal sebagai orang yang enerjik, pandai merumuskan kebijakan, bijaksana dan pemberani.

Selama masa kepemimpinannya, ia mengeluarkan banyak kebijakan. Beberapa kebijakan yang paling penting di masa pemerintahan beliau adalah :

  • Mengganti Pejabat
  • Menarik harta milik negara yang dimiliki oleh pejabat
  • Menata kota baru di Kufah
  • Mensistemasi bahasa Arab
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan

Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, sekaligus menjadi tanda berakhirnya Khulafaur Rasyidin. Cerita sejarah islam selanjutnya adalah masa kepemimpinan di bawah khalifah-khalifah penerus.

Masa Khalifah setelah Khulafaur Rasyidin

Periode Khulafaur Rasyidin berakhir setelah masa Ali bin Abi Thalib, setelah itu ada 3 masa Khalifah selanjutnya. Khalifah tersebut adalah Khalifah Umayyah, Khalifah Abbasiyah, dan Utsmaniah.

Kekhalifahan Umayyah

Masa pemerintahan Khalifah Umayyah cukup panjang yaitu dari 661 – 750 masehi. Periode ini dimulai oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, yang kembali berhasil memperluas wilayah Islam. Pada masa beliau wilayah kekuasaan Islam sudah mencapai Tunisia, Khurasan, Afghanistan, Konstantinopel.

Ekspansi ke barat juga dimulai pada masa Khalifah Umayyah yang berhasil menaklukan Spanyol, Jazirah Arab, sebagian Asia Selatan dan Barat, hingga Afrika Utara.

Kekhalifahan Abbasiyah

Kepemimpinan Kekhalifahan Abbasiyah berlangsung jauh lebih lama dari Umayyah, yaitu mulai 750 – 1517 masehi. Pada masa ini ada banyak prestasi yang diraih diantaranya :

  • Mendirikan Badhdad
  • Mampu mengalahkan Romawi kuno pada masa Harun Al-Rashid
  • Mendirikan Baitul Hikmah
  • Menjalin hubungan diplomatik
  • Menerjemahkan buku bahasa asing ke bahasa Arab
  • Mendirikan majelis pengetahuan

Kekhalifahan Utsmaniyah

Kekhalifahan Utsmaniyah merupakan masa terakhir Islam Sunni berkuasa. Masa Kekhalifahan ini berlangsung mulai dari 1517-1924, pada masa itu kepemimpinan ini dikenal dengan Kesultanan Utsmaniyah. Masa ini berakhir pada awal zaman modern, kala itu daerah kekuasaanya mencapai Eropa Barat. Puncak kekuasaan sendiri ada di abad ke-16 dan 17 dimana sebagian besar Eropa, Asia Barat, hingga Afrika sudah dikuasai.

Itu dia bagaimana pengertian sejarah Islam, semuanya dimulai jauh ke belakang ketika Rasulullah baru menerima wahyu. Kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, hingga Khilafah-khilafah, dan kemudian menyebar ke penjuru dunia. Lalu, jika ditarik dari sejarah tersebut kapan Islam masuk ke Indonesia? Bagaimana Islam bisa begitu besar di Indonesia seperti saat ini?

Bagaimana Islam Masuk ke Indonesia?

Sejarah Islam di Indonesia bisa jadi dimulai pada 1211 dari sebuah kerajaan di Sumatera Utara. Kerajaan itu adalah Kesultanan Lamreh, tanda-tanda Islam yang telah ada pada saat itu diperkirakan masuk dari Gujarat. Tanda masuknya islam lebih jelas lagi terlihat pada nisan Sultan Malik al-Saleh pada 1297 di Samudera Pasai. Nisan ini memiliki kesamaan dengan yang ada di Gujarat, India.

Manuskrip lebih terpercaya dari hasil perjalanan Marco Polo juga menguatkan bahwa Islam sudah ada sejak 1290an. Tepatnya ketika ia berlayar dari China pada 1292 dan berhenti di Sumatera, ia menuliskan disana ada 8 kerajaan. Pada salah satu kerajaan tersebut yang bernama Perlak, terdapat banyak orang Islam.

Jadi, apakah ini awal masuknya Islam ke Indonesia yaitu bermula dari daerah Sumatera?

Sejarah Awal Islam di Indonesia

Aceh dipercaya sebagai daerah pertama di Asia Tenggara yang menganut Islam. Diperkirakan islam telah masuk ke Sumatera di abad ke-12 dan seawal-awalnya pada abad ke-9. Sudah dibahas di atas bahwa catatan Marco Polo mengatakan bahwa pada 1292 orang-orang di Sumatera beragama Islam. Penyebaran Islam pada masa itu diperkirakan dilakukan oleh pedagang Islam dari India.

Ada perdebatan mengenai “kenapa para pedagang tersebut bisa menyebarkan Islam. Apakah mereka merupakan murni pedagang atau pedagang hanya merupakan pekerjaan sampingan? Pendapat ini bermula dari pemikiran bahwa bagaimana pedagang bisa memberi pengaruh yang besar. Bagaimana mereka yakin apa yang disebarkannya benar, dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Penyebaran Islam yang sudah ada di Sumatera Utara tersebut kemudian menyebar ke timur. Daerah timur yang dimaksud ini adalah Jawa, di Pulau Jawa sendiri diperkirakan Islam masuk di abad ke-11. Masuknya Islam di Pulau Jawa diawali oleh Walisongo yang memiliki pengetahuan Islam tinggi dan dipercaya memiliki kekuatan.

Penyebaran Islam di Indonesia sendiri tidak dengan paksaan, melainkan melalui kebiasaan. Hal ini membuat Islam secara perlahan diterima di Indonesia dan terus berkembang. Cara penyebaran Islam pada masa ini adalah dengan masih menghargai adat dan kebiasaan setempat. Hal ini jugalah yang membuat ada berbagai macam aliran Islam yang ada di Indonesia.

Jadi, benar bahwa Islam pertama kali masuk ke Indonesia lewat daerah Sumatera. Fakta inilah yang sampai saat ini dipercaya oleh ahli dan diakui kebenarannya.

Perkembangan Islam di Pulau Jawa

WaliSongo - Sekolah Prestasi Global

Perkembangan Islam di Indonesia sangat pesat mulai dari 1450 ketika Islam masuk ke Kerajaan Majapahit. Pada masa itu kota Surabaya menjadi pusat penyebaran dan belajar agama Islam. Perkembangan agama Islam memang dimulai di Majapahit. Akan tetapi, setelah Majapahit hancur, Raden Patah putra raja terakhir Majapahit pindah ke Demak.

Pada 1540 Raden Patah membangun kerajaan Islam pertama di Demak dan merupakan yang terbesar. Kerajaan inilah yang kemudian menjadi pelopor penyebaran Islam di Pulau Jawa dan Indonesia. Meskipun pada akhirnya kerajaan Islam pertama tersebut tidak bertahan lama tetapi, sejak saat itu Islam terus berkembang.

Di samping berkembang karena adanya kerajaan Islam terbesar, peran Walisongo juga tidak bisa dilupakan. Walisongo sendiri menyebarkan Islam di Pulau Jawa dengan cara yang berbeda-beda.

     1. Sunan Gresik

Sunan Gresik menyebarkan Islam di wilayah Gresik, Jawa Timur, pada saat itu ia juga mengajarkan bagaimana bercocok tanam. Kepribadian yang ramah dan mudah bergaul dengan masyarakat membuat Sunan Gresik mudah diterima.

     2. Sunan Ampel

Sunan Ampel memiliki andil besar terhadap berdirinya Kerajaan Islam Demak oleh Raden Patah. Selama berdakwah ia menggunakan jalur pendidikan untuk menyebarkan Islam. Caranya adalah dengan membuat pesantren yang berpusat di daerah Surabaya.

     3. Sunan Giri

Sunan Giri tidak hanya menyebarkan Islam di Jawa saja melainkan sampai Maluku. Cara beliau menyebarkan Islam adalah dengan kesenian yang saat itu tentu sangat berpengaruh.

     4. Sunan Bonang

Apakah Anda tahu lagu “Tombo Ati”, lagu tersebut diciptakan Sunan Bonang ketika berdakwah. Beliau juga yang mengubah gamelan bernuansa Hindu menjadi bernada Islam.

     5. Sunan Drajat

Sunan Drajat berdakwah dengan melakukan berbagai kegiatan sosial. Ia memulainya dengan memberikan santunan kepada anak yatim atau orang yang sakit.

     6. Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga juga menggunakan kesenian untuk menyebarkan Islam. Beliau lebih tepatnya memanfaatkan wayang yang dimana ceritanya dimasukan unsur Islam. Tidak hanya wayang, Sunan Kalijaga juga berdakwah melalui lagu, contohnya saja lagu Lir Ilir dan Gundul Pacul.

     7. Sunan Muria

Sunan Muria juga merupakan salah satu tokoh dibalik berdirinya Kerajaan Islam Demak. Sama seperti Sunan Kalijaga, Sunan Muria juga menggunakan kesenian untuk menyebarkan Islam di Jawa Tengah.

     8. Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati merupakan pendiri Kesultanan Banten dan Cirebon. Beliau juga merupakan satu-satunya wali yang memegang posisi sebagai kepala pemerintahan. Beliau memanfaatkan posisi tinggi yang dimiliki untuk menyebarkan agama Islam.

     9. Sunan Kudus

Sunan Kudus menyebarkan Islam dengan tetap menghargai agama Hindu dan Budha yang ada disana. Beliau memanfaatkan simbol-simbol agama itu untuk menyebarkan Islam di Jawa Tengah.

Demikian sejarah Islam dari awal yaitu dimulai ketika Rasulullah menerima wahyu dari Allah. Perkembangan Islam sendiri sangat pesat, setelah Rasulullah wafat Khurafaur Rasyidin mengambil alih dan diteruskan oleh Kekhalifahan. Di Indonesia sendiri Islam masuk lewat Sumatera yang dibawa oleh pedagang.

(Visited 71 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us