Bagikan Artikel Ini:

Berbohong merupakan salah satu perilaku anak yang tidak baik dan sebagai orang tua Anda tentu tidak ingin anak berbohong bukan?

Anak sudah mulai bisa berbohong ketika usianya memasuki 3 tahun. Di usianya ini anak mulai bisa berpikir bahwa orang tuanya tidak semuanya tahu apa yang dipikirkannya. Karena hal inilah anak menganggap bahwa ada hal tertentu yang orang tuanya tidak bisa diketahui jika ia tidak bercerita.

Setelah usia 4 sampai dengan 6 tahun anak sudah mulai pandai untuk berbohong. Di usia ini anak sudah bisa memainkan nada suara dan ekspresi wajah. Seiring bertambahnya usia jika kebohongan kecil anak dibiarkan tentu dia akan menganggap jika berbohong adalah hal biasa selama orang tuanya tidak tahu.

Sikap yang seperti inilah yang harus dihindari. Sebagai orang tua tentu Anda ingin anak tumbuh menjadi anak yang jujur bukan? Anda perlu tahu apa penyebab anak bisa berbohong dan cara menanganinya dengan tepat.

Mengenali Penyebab Perilaku Anak Suka Berbohong

Untuk mendidik anak agar tidak suka berbohong harus Anda mulai dengan mengenai penyebab anak berbohong. Ada banyak hal yang bisa membuat anak berbohong salah satunya adalah mencari perhatian. Keadaan emosional tertentu juga bisa membuat anak berbohong.

Menurut Dr Matthew Rouse,PhD ada beberapa hal yang bisa membuat anak berbohong, yaitu:

1.Meniru Apa yang Anak Lihat

Memasuki usia 3 tahun ke atas anak sudah menjadi peniru yang hebat. Dia bisa menirukan apapun yang orang tuanya lakukan termasuk juga berbohong. Tidak hanya dari orang tua saja tapi juga apa yang anak tonton.

Orang tua yang sering berkata bohong di depan anak bisa berdampak buruk pada perilaku anak. Anak akan meniru dan menganggap berbohong adalah hal biasa karena orang tuanya juga sering melakukannya. Apa yang orang tua lakukan akan menjadi contoh anak dan pasti akan ditirunya.

2.Ingin Diperhatikan dan Mendapatkan Pengakuan

Penyebab lainnya anak berbohong adalah ingin diperhatikan dan mendapatkan pengakuan orang lain. Tentu anak sangat ingin diperhatikan bukan baik oleh orang tuanya maupun oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.

Apapun akan dilakukan oleh anak-anak untuk mendapatkan perhatian, salah satunya dengan berbohong. Misalnya saja dia ingin terlihat keren di depan teman-temannya maka dia mengarang cerita kehebatannya di rumah. Kebohongan ini memang terlihat sepele, namun jika dibiarkan bisa berdampak buruk pada anak.

3.Imajinasi Anak yang Terlalu Tinggi

17 imajinasi

Anak berkata bohong bisa jadi dikarenakan daya imajinasinya yang tinggi. Anak dengan daya imajinasi yang tinggi ini terkadang tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana yang halusinasi.

Kebohongan yang disebabkan oleh daya imajinasi ini sangat wajar terjadi. Seringkali anak usia 3 sampai dengan 6 tahun melakukan hal ini. Berbohong yang disebabkan imajinasi pada anak juga sering tidak masuk akal, seperti anak bisa melihat hantu, monster, dan lainnya.

4.Takut Dihukum

Dr. Rouse mengatakan penyebab paling banyak anak berbohong adalah takut dihukum. Anak-anak sering merasa khawatir jika berkata jujur justru akan membuatnya dihukum. Biasanya hal ini terjadi ketika anak melakukan kesalahan.

Orang tua yang sering memberikan hukuman kepada anak ketika dia bersalah mendorong anak untuk berbohong. Anak akan berpikir daripada dia mendapatkan hukuman maka lebih baik dia berbohong.

Ada juga anak yang awalnya selalu jujur menjadi memilih berbohong karena sering dihukum oleh orang tuanya. Ketakutan karena hukuman inilah yang menjadikan anak memilih untuk berbohong saja.

5.Malu Berkata Jujur Tentang Dirinya

Tidak hanya karena takut dihukum, anak juga bisa saja berbohong karena dia malu tentang dirinya. Biasanya hal ini dilakukan oleh anak karena kurang percaya diri. Dia memilih mengarang cerita yang berlebihan di depan teman-temannya agar terlihat hebat.

Walaupun untuk menutupi kekurangan dalam dirinya, hal ini tidak boleh dibiarkan. Kebohongan-kebohongan kecil yang dibiarkan akan membuat anak menjadi terbiasa untuk berbohong. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk pada dirinya di masa depan.

6.Takut Mengecewakan

Anak berbohong juga bisa disebabkan karena dia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Biasanya hal ini terjadi ketika orang tua memberikan beban yang tinggi kepada anak.

Sebagai orang tua memang ingin anaknya berprestasi dan terlihat menonjol dibandingkan anak lainnya. Namun beban ini justru akan membuat anak tertekan dan ia akan melakukan apapun agar tidak mengecewakan orang tuanya. Jika dimungkinkan dia untuk berbohong maka akan dilakukannya.

Misalnya saja anak yang biasanya mendapat nilai bagus lalu tiba-tiba mendapatkan nilai jelek karena lupa belajar. Anak yang takut mengecewakan akan berbohong jika soalnya sulit dan belum diajarkan. Ini memang bukan kebohongan besar tapi jika dibiarkan bisa menjadi kebiasaan buruk.

7.Melindungi Teman atau Saudara

17 teman

Keberadaan teman menjadi salah satu hal yang penting untuk anak. Pada umumnya anak akan berusaha menyenangkan dan melindungi temannya.

Anak-anak akan melakukan berbagai cara agar temannya senang dan terlindungi salah satunya berbohong. Biasanya hal ini dilakukan oleh anak ketika temannya melakukan kesalahan dan dia ingin melindunginya.

8.Menghindar dari Tugas atau Kewajiban

Anak yang berbohong bisa juga disebabkan karena dia ingin menghindar dari tugas atau kewajibannya. Hal ini sering kali terjadi jika tugas yang harus anak selesaikan dinilai berat olehnya.

Kebohongan yang sering dilakukan oleh anak ketika menghindari tugas yang sering adalah pura-pura sakit. Tidak hanya itu, pura-pura sibuk dengan tugas sekolah bisa menjadi salah satu kebohongan anak ketika menghindar dari tugas di rumah.

9.Masalah Emosional

Kebohongan kecil dari anak memang wajar-wajar saja jika tidak memberikan efek yang buruk bagi dirinya. Namun ada juga yang bisa menyebabkan anak sering berbohong yaitu masalah emosional.

Anak emosional atau anak dengan gangguan emosional seringkali melakukan kebohongan. Biasanya anak-anak ini mempunyai masalah emosi seperti tertekan atau depresi. Anak yang menjadi korban bully juga bisa mengalami masalah ini dan kebiasaan berbohong lebih besar.

Biasanya anak korban bully tidak hanya terbiasa membohongi orang lain tapi juga membohongi dirinya sendiri. Dia seolah baik-baik saja dan menutupi perasaannya sendiri.

Apapun bentuk kebohongan yang dilakukan oleh anak harus disikapi dengan baik. Kebiasaan berbohong akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Sebagai orang tua tentu harus mampu menangani hal ini.

Cara Menangani Anak Agar Tidak Suka Berbohong

Parenting agar anak tidak suka berbohong bisa dilakukan mulai dari kebiasaan orang tua di rumah. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan buruk anak yang suka berbohong:

1.Mencontohkan Sikap Jujur

Cara paling mudah agar anak tidak berbohong adalah mencontohkannya secara langsung. Orang tua adalah contoh nyata bagi anak-anaknya, ketika orang tua terbiasa berkata jujur maka anaknya juga akan menirunya.

Tidak hanya memberikan contoh saja, Anda juga harus memilihkan tontonan yang sesuai dan tidak mengandung kebohongan. Berikan tontonan yang sesuai dengan usianya agar pertumbuhan anak menjadi maksimal secara emosional dan perilaku.

2.Jelaskan Bahwa Berbohong Banyak Ruginya

Anda juga harus memberikan penjelasan kepada anak bahwa berbohong banyak ruginya. Penjelasan ini sangat perlu dilakukan sejak dini agar anak tahu bahwa berkata jujur lebih menguntungkan daripada berbohong.

Agar mudah dipahami oleh anak Anda juga harus memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Anda bisa memberikan pengertian tidak hanya Anda saja yang tidak suka jika anak berbohong tapi juga masyarakat sekitar.

3.Berikan Respon yang Berbeda Jika Anak Berbohong

Ketika Anda mendengar anak bercerita yang aneh dan mungkin tidak dialaminya sebaiknya berikan pertanyaan yang tidak menghakimi. Berikan dorongan agar anak bercerita tentang sebenarnya.

Jika anak berbohong untuk menutupi kesalahannya sebaiknya Anda dorong untuk mengatakan yang sebenarnya. Tidak perlu dipaksa, ajaklah anak untuk berdiskusi dan akhirnya mengakui bahwa dia tidak jujur.

4.Berikan Peringatan Kepada Anak

Tidak perlu memberikan anak hukuman jika dia tertangkap melakukan kebohongan. Anda hanya perlu memberikannya peringatan dan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuatnya. Ajak juga anak untuk berbiacara dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Anda juga perlu memberikan nasehat agar anak menyadari tentang kebohongannya. Jika kebohongan yang dilakukan sangat berat dan sudah berulang Anda bisa memberikannya hukuman agar anak menjadi jera.

5.Hargai Kejujuran yang Sudah Dilakukan Anak

Banyak anak yang awalnya jujur menjadi pembohong karena sikap orang tuanya yang tidak menghargai kejujuran yang sudah dilakukan. Kebanyakan orang tua akan memarahi anaknya ketika dia melakukan kesalahan dan berkata jujur tentang kesalahannya.

Hal ini harus Anda hindari, jika anak sudah berusaha untuk jujur dan mengakui kesalahan sebaiknya jangan beri dia hukuman. Hargailah kejujuran yang sudah dilakukannya. Beri anak pujian atas kejujuran yang diperbuat agar anak terus termotivasi untuk tidak berbohong.

6.Hindari Menyebutnya Sebagai Pembohong

Banyak orang tua yang menyebut anaknya sebagai pembohong atau mengatakan “kamu pembohong” di depan anak. Walaupun anak berbohong, orang tua tidak boleh mengatakan hal itu dihadapan anak.

Menjudge anak sebagai pembohong akan membuat anak menjadi tertekan dan membuatnya tidak ingin berkata jujur. Sang anak akan berpikiran walaupun dia sudah jujur tetap saja dia dikatakan sebagai pembohong. Jadi hindari untuk mengatakan hal tersebut.

7.Berikan Selamat dan Nasehati Jika Anak Melakukan Kesalahan

Ucapan selamat dan pujian adalah salah satu hal yang paling disukai oleh anak. Ketika anak diberikan pujian dia akan merasa senang dan merasa dihargai.

Ketika anak melakukan kesalahan hindari untuk memarahinya, berikan kata-kata pujian dan selamat. Hal ini bukan berarti Anda mendukung perbuatan yang dilakukannya. Setelah memberikan pujian berikanlah anak nasehat agar tidak melakukan kesalahan lainnya.

Hal ini bisa mendorong anak untuk tetap terbuka dan berkata jujur. Anak akan merasa dihargai dan selalu mengatakan apa yang dia rasakan dan alami kepada orang tuanya.

8.Meminta Bantuan Psikolog

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan jika anak sudah terlalu sering berbohong adalah meminta bantuan psikolog atau ahli. Anak yang suka berbohong biasanya disebabkan banyak hal. Untuk mengungkapnya Anda bisa datang ke psikolog anak.

Hal ini perlu Anda lakukan jika memang Anda sebagai orang tua sudah tidak sanggup lagi mengatasi perilaku anak yang suka berbohong ini. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau datang ke psikolog anak.

Perilaku anak yang suka berbohong walaupun kecil memang tidak boleh dibiarkan. Anda sebagai orang tua harus mengenai penyebab anak berbohong dan mengatasinya dengan tepat.

Baca juga : Cara Mengatasi Anak Suka Berbohong

Bagaimana cara untuk mendidik anak agar tidak suka berbohong?

Untuk mendidik anak agar tidak suka berbohong harus Anda mulai dengan mengenai penyebab anak berbohong. Ada banyak hal yang bisa membuat anak berbohong salah satunya adalah mencari perhatian. Keadaan emosional tertentu juga bisa membuat anak berbohong.

Ada beberapa hal yang bisa membuat anak berbohong Menurut Dr Matthew Rouse,PhD?

1. Meniru Apa yang Anak Lihat 2. Ingin Diperhatikan dan Mendapatkan Pengakuan 3. Imajinasi Anak yang Terlalu Tinggi 4. Takut Dihukum 5. Malu Berkata Jujur Tentang Dirinya 6. Takut Mengecewakan 7. Melindungi Teman atau Saudara 8. Menghindar dari Tugas atau Kewajiban 9. Masalah Emosional

Bagaimana Cara Menangani Anak Agar Tidak Suka Berbohong?

1. Mencontohkan Sikap Jujur 2. Jelaskan Bahwa Berbohong Banyak Ruginya 3. Berikan Respon yang Berbeda Jika Anak Berbohong 4. Berikan Peringatan Kepada Anak 5. Hargai Kejujuran yang Sudah Dilakukan Anak 6. Hindari Menyebutnya Sebagai Pembohong 7. Berikan Selamat dan Nasehati Jika Anak Melakukan Kesalahan 8. Meminta Bantuan Psikolog

(Visited 248 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us