Bagikan Artikel Ini:

Dalam Islam terdapat rukun iman yang harus dipatuhi oleh umatnya, salah satunya ada iman kepada kitab Allah. Jika diartikan satu persatu per kata, iman memiliki makna percayanya seseorang atau seorang hamba pada Dzat Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Namun, ternyata iman dalam Islam itu bisa diartikan ke dalam beberapa hal dan pemahaman. Mulai dari iman kepada malaikat-malaikat-Nya, rasul-Nya, dan lainnya sebanyak lima.

Iman lainnya ditujukan kepada kitab-Nya, Qadha dan Qadar Allah swt, dan juga iman kepada hari akhir atau dikenal dengan hari kiamat. Berdasarkan pengertiannya, iman kepada kitab-kitab Allah berarti percaya kepada kitab yang telah diturunkan oleh Allah secara penuh dan memang benar-benar berpegang teguh pada hal tersebut. Kitab di dalam Islam diturunkan kepada hamba-Nya dengan perantara malaikat Jibril.

Kitab yang Allah turunkan itu memiliki tujuan untuk pedoman hidup umat manusia dan memiliki nilai tinggi bagi siapa saja yang ingin membacanya. Jika dicari makna kitab dalam bahasa Arab berasal dari lafal kata kataba, yaktubu, katban. Artinya berdasarkan bahasa ialah perintah atau tulisan. Jika diartikan menurut istilah, kitab merupakan Kalamullah yang diturunkan kepada rasul-rasul Nya yang menyimpan berbagai cerita di masa umat terdahulu dengan harapan dijadikan pelajaran.

Pengertian iman kepada kitab Allah ternyata memiliki arti yang lainnya juga, yaitu kata “kitab” yang memiliki arti tidak sama dengan kata “shuhuf”. Mungkin Anda termasuk salah satu pihak yang sekarang bingung membedakan arti dari kedua kata ini. Meski keduanya memiliki makna sebagai wahyu dari Tuhan, namun terdapat perbedaan keduanya. Yaitu untuk kitab itu pastinya sudah tentu akan dibukukan.

Sedangkan, shuhuf sendiri merupakan lembaran-lembaran yang isinya merupakan tulisan-tulisan berupa wahyu dari Tuhan. Shuhuf bisa dipisahkan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Maka, pengertian iman kepada kitab Allah yang kedua ini diartikan sebagai percaya dan yakin sepenuh hati bahwasanya Allah SWT sebagai Tuhan mereka telah menurunkan kita kepada para nabi dan rasul pilihan. Dimana kitab itu berisi wahyu yang diamanahkan untuk disampaikan kepada umat manusia di muka bumi ini.

3 Tingkatan Iman Kepada Kitab Allah

ilmu tentang hadits

Menurut beberapa sumber yang diperoleh, ditemukan bahwa ada beberapa tingkatan iman pada seseorang yang beriman kepada kitab Allah. Yang pertama, dikenal dengan qotmil yaitu membaca saja. Kedua ada yang dipahami sebagai tartil yaitu membaca dan memahami, sedangkan yang ketiga adalah Hafidz yang bermakna tidak hanya membaca, memahami, dan mengamalkan saja melainkan juga menghafalkan.

Maka, sebagai kesimpulan yang bisa diperoleh dari paparan ini mengenai iman kepada kitab Allahbahwasanya tidak hanya membaca dan kemudian berlalu. Namun, juga sebagai umat Islam kita juga harus senantiasa mempelajari dan memahami isi yang disampaikan pada kandungan al-Quran tersebut. Sehingga, dalam melakukan suatu hal dan mengambil keputusan dalam hidup memiliki pedoman yang tepat.

Makna Beriman Kepada Kitab Allah

bacaan doa sehari-hari

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa poin yang dimaksud itu semuanya sama, yaitu bagaimana caranya agar hamba beriman kepada Allah dan Kitab-Nya. Namun, dalam pemaparan ini akan dibahas lebih rinci hingga mudah dipahami oleh semua kalangan. Makna iman kepada kitab Allah ialah dengan beriman kepada kitab lainnya juga sebelum al-Quran. Bahwasanya, Allah.SWT memiliki kitab-kitab yang diturunkan pada nabi dan rasul lainnya.

Hal ini pasti Allah sudah tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya pada saat itu dan menyesuaikan dengan jaman juga. Meski kita hanya mengikuti satu nabi dan rasul saja, misalnya al-Quran, bukan berarti kita menentang dan menyalahkan kitab lain. Jika ada hamba yang melakukan hal ini, berarti ia belum memahami sepenuhnya beriman kepada kitab Allah.

Kitab merupakan kalamullah yang dengan kitab tersebut, Allah SWT berbicara secara tidak langsung dan sungguh-sungguh kepada hamba. Ada kebenaran, cahaya, dan petunjuk dalam kita yang diturunkan Allah sebagai cara mengimani kitab Allah. Semua faedah dan rahmat yang diturunkan tadi itu pastinya baik di dunia maupun juga di akhirat.

Beriman Kepada Kitab Allah Mencakup Tiga Perkara

Iman kepada kitab Allah ternyata ada tiga perkara yang harus dipahami oleh para hamba atau umat yang beragama. Pertama, beriman bahwa kitab-kitab yang diturunkan itu benar-benar dari Allah swt. Kedua, beriman kepada Allah dengan apa yang telah dinamakan dari kitab-kitab kepada beberapa nabi dan rasul.

Bukan hanya Al-Quran saja yang diturunkan kepada nabi Muhammad.saw, namun juga kitab lain seperti Taurat kepada nabi Musa as, Zabur kepada nabi Daud as, dan Injil kepada nabi Isa as. Ketiga, bahwasanya mempercayai semua berita yang disampaikan oleh para rasul yang diketahui sumbernya dari al-Quran sebagai bentuk pembenaran.

Persamaan dan Perbedaan Kitab dan Suhuf

Di atas sudah dibahas pengertian masing-masing dari kitab dan shuhuf. Namun, pada bahasan ini dicoba jelaskan secara rinci yaitu mengenai persamaan dan perbedaan kitab juga shuhuf. Persamaan pertama ialah bahwa kitab dan shuhuf keduanya sama-sama wahyu dari Allah, sedangkan perbedaannya ialah isi kitab memang lebih lengkap dan kitab juga dibukukan. Sedangkan shuhuf tidak pernah dibukukan.

Allah menegaskan bahwa orang mukmin itu harusnya meyakini adanya kitab-kitab suci yang turun sebelum al-Quran. Hal ini didukung dengan turunnya ayat al-Quran surah An-Nisa ayat 136. Untuk pembahasan shuhuf, ternyata Allah juga menurunkan shuhuf dalam bentuk lembaran-lembaran yang pernah diturunkan kepada nabi Ibrahim as dan nabi Musa as.

Iman kepada kitab Allah juga bisa menuntun manusia yang mengamalkannya untuk yakin dengan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah. Yaitu dalam bentuk mukjizat yang diberikan kepada beberapa nabi dan rasul yang dipercaya menerima utusan wahyu yang diturunkan untuk disampaikan kepada hamba yang mukmin.

Kitab-Kitab Allah

1. Kitab Taurat

Kitab yang terkenal diturunkan kepada nabi Musa as sebagai pedoman dan petunjuk pada Bani Israel ini termasuk yang harus dipercaya oleh umat Islam. Hal ini berdasarkan firman Allah yang berbunyi “Dan Kami berikan kepada Musa kitab Taurat. Bunyi selanjutnya ialah “Janganlah kamu mengambil penolong selain aku (Allah)”.

Ada beberapa ajaran yang terkandung pada kitab Taurat ini yaitu kewajiban meyakini ke-Esaan Allah, larangan menyembah berhala yang pada masanya itu sangat banyak hamba yang melakukan hal ini. Kitab Taurat juga menjelaskan larangan untuk menyembah berhala, larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia, serta perintah yang mana dengan tujuan menyucikan hari sabtu atau sabat.

Perintah seperti menghormati orang yang lebih tua, larangan membunuh sesama manusia karena tidak adanya alasan yang benar memang banyak terjadi pada masanya. Untuk larangan mencuri, larangan menjadi saksi palsu, dan larangan mengambil hal orang lain juga termasuk isi dari kitab Taurat sebagai bentuk makna iman kepada kitab allah.

2. Kitab Zabur

Kitab yang diturunkan kepada nabi Daud as ini juga menjadi pedoman dan petunjuk bagi umatnya. Allah pernah berfirman dalam kitab Al-Quran mengenai ini bahwa “Kami berikan Zabur kepada Daud”, QS. Al-Isra:55. Kitab ini sering juga dikenal dengan nama Mazmur yang berisi kumpulan nyanyian dan pujian kepada Allah. Sebagai bentuk dari segala nikmat dan karunia yang telah ia berikan kepada kaumnya.

Kandungan dari kitab ini merupakan anjuran dari Allah agar hambanya melakukan zikir, doa, serta nasihat yang baik-baik kepada kalangannya. Selain itu, di dalam kita ini juga mengandung anjuran cara mengimani kitab Allah yang berisi kata-kata hikmah dan pengertian iman kepada kepada kitab Allah. Orang Nasrani dan Yahudi pada saat itu mempercayai kitab ini hingga akhirnya Taurat diubah dalam bentuk yang tidak original atau asli lagi.

3. Kitab Injil ‘

Kitab ini berisi petunjuk dan tuntutan bagi Bani Israel yang diturunkan kepada nabi Musa as. Ada banyak ajaran pokok yang menjadi tujuan diturunkannya kitab ini kepada salah satu nabi. Beberapa diantaranya yaitu sebagai perintah kepada para umat agar kembali kepada tauhid yang murni. Perintah lainnya juga berisi ajaran yang mana bermaksud untuk menyempurnakan kitab Taurat.

Adapun isi lain dari kitab ini ialah ajaran agar bisa hidup sederhana dan tidak tamak atau rakus. Karena, pada masa umat terdahulu ada banyak dari mereka yang sangat tamak akan harta dan tahta. Allah menurunkan kitab ini agar para umat iman kepada kitab Allah juga dengan tujuan sebagai bentuk penyempurnaan kitab-kitab sebelumnya.

4. Kitab al-Quran

Kitab yang masih ada hingga sekarang ini diketahui diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dimana dengan tujuan menjadi petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia yang beragama. Ternyata ada banyak kalangan yang salah memahami mengenai kepada siapa saja ditujukan kitab ini.

Bukan hanya kaum Arab yang mendapatkan peringatan dan pedoman dari diturunkannya al-Quran. Hanya saja kebetulan pada saat itu karena rasullah yang memang menyebarkan agama Islam di tanah Arab. Ada banyak penjelasan dari isi al-Quran yang mungkin banyak umat yang tidak tau.

Mulai dari pembahasan mengenai bagaimana cara beriman kepada kitab kitab sebelum al quran, prinsip-prinsip akidah, prinsip ibadah atau bentuk keimanan, prinsip yang berkenaan dengan syariat dalam menjalankan kehidupan, kedudukan al-Quran juga dijelaskan pada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasulullah ini.

Diantaranya kedudukan al-Quran sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Tidak hanya itu, ternyata al-Quran juga dibahas sebagai mukjizatnya nabi Muhammad saw, sebagai pedoman hidup manusia dalam mecapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Terakhir, al-Quran menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada di muka bumi.

Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah

Agar memahami lebih jauh apa saja sebenarnya fungsi dari kita yang ingin beriman kepada kitab-kitab Allah, Anda harus memahami bahasan berikut ini. Pertama, fungsinya ialah sebagai cara meningkatkan kualitas kehidupan pribadi ummat. Tidak hanya itu, tujuan untuk membangun kehidupan bermasyarakat juga ditekankan.

Agar kerukunan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara juga bisa dengan mengimani kitab Allah. Kitab Allah juga memiliki fungsi sebagai cara agar umatnya bisa meningkatkan keimanan kepada Allah dan mempercayai mukjizat yang diberikan kepada para nabi dan rasul. Kehidupan manusia juga bisa lebih tertata karena adanya hukum yang bersumber langsung dari kitab suci.

Itulah beberapa pembahasan mengenai bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab sebelum al-Quran, agar dapat menerapkan rukun iman sepenuhnya.

 

Kesimpulan

Mengapa kita harus beriman kepada kitab-kitab Allah?

Agar umat-Nya bisa meningkatkan keimanan kepada Allah dan mempercayai mukjizat yang diberikan kepada para nabi dan rasul.

Ada tiga perkara yang harus dipahami oleh umat beragama. Apa saja?

1. Beriman bahwa kitab-kitab yang diturunkan itu benar-benar dari Allah swt
2. Beriman kepada Allah dengan apa yang telah dinamakan dari kitab-kitab kepada beberapa nabi dan rasul
3. Mempercayai semua berita yang disampaikan oleh para rasul yang sumbernya dari Al-Quran sebagai bentuk pembenaran.

Apa makna Beriman Kepada Kitab Allah?

Dengan beriman kepada kitab lainnya juga sebelum Al-Quran.

 

(Visited 1.982 times, 2 visits today)
WhatsApp WhatsApp us