Apa yang menjadi kebutuhan psikologis utama pada anak remaja? Mungkin pertanyaan ini jarang terbersit di benak Anda sebagai orang tua, padahal di usia remaja anak butuh pemuasan kebutuhan psikologis seperti rasa sayang dan cinta terutama dari orang tua. Lalu, bagaimana cara mengekspresikan rasa sayang Anda kepada anak remaja Anda?

Ada banyak cara yang bisa Anda tempuh sebagai orang tua untuk menunjukkan rasa sayang Anda. Di artikel kali ini kami akan share cara-cara terbaik menunjukkan rasa sayang serta hal-hal penting apa saja yang perlu Anda perhatikan saat berhadapan dengan anak remaja Anda.

Rasa sayang sangat dibutuhkan anak remaja, dengan pemenuhan rasa sayang ini anak akan merasa aman dan percaya diri mereka lebih meningkat. Namun, Tidak semua orang tua memiliki hubungan dekat dengan anak, apakah mungkin menjadi lebih dekat dengan mereka?

Cara Agar Anak Anda Merasa Diterima dan Dicintai

 

Cara Mengekspresikan Rasa Sayang pada Anak Remaja - Sekolah Prestasi Global

Photo by Omar Lopez owvn Unsplash

Membangun hubungan akrab dengan anak remaja sangatlah penting demi menciptakan hubungan yang lebih dekat lagi dengan anak, dan bukanlah hal yang sulit. Berikut beberapa

1. Katakan “Aku Mencintai dan Menyayangimu”

Cara yang pertama ini mungkin kedengarannya terlalu berlebihan. Tapi, menyampaikan perasaan secara lisan pada anak akan selalu jadi metode terbaik dalam mengekspresikan rasa sayang Anda.

“Aku mencintaimu” atau “Aku Menyayangimu” jadi kalimat paling sederhana yang ajaib untuk bisa memenangkan hati anak Anda dan menjadikan hubungan lebih akrab lagi.

Kalau kalimat berbahasa Indonesia terlalu canggung buat Anda, Anda bisa menggantinya dengan bahasa asing seperti “i love you”. Saat anak Anda tidak membalas ungkapan cinta Anda, tidak perlu patah hati. Yang terpenting anak Anda mendengarkan dan perasaan Anda bisa tersampaikan.

Sering-seringlah menyatakan ungkapan cinta Anda walaupun anak telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan yang membuat Anda kesal dan marah.

Anda juga bisa memilih mengungkapkan rasa sayang melalui sentuhan langsung seperti pelukan, mengelus kepala, atau tepukan pada bahu serta punggung. Tidak ada kata terlambat untuk mengekspresikan rasa sayang Anda lewat ungkapan cinta.

2. Tunjukkan Ketertarikan Anda pada Kehidupan Remajanya

Salah satu cara yang juga efektif dalam mengekspresikan rasa sayang yaitu dengan menunjukkan ketertarikan pada kehidupan anak remaja Anda. Tunjukkan minat Anda dengan mendengarkan pendapat, pemikiran atau ide mereka. Buat anak Anda merasa bahwa Anda peduli dan memahami mereka.

Terkadang orang tua sulit melakukan hal ini karena disibukkan dengan pekerjaan dan rutinitas harian yang membuat orang tua tidak punya cukup waktu untuk bercengkrama dan melihat tumbuh kembang anak.

Anda juga bisa menunjukkan rasa ketertarikan dengan mau mengenal teman-teman anak Anda, mencari tahu film favorit atau grup musik favoritnya.

Dengan mengetahui banyak hal dari anak remaja Anda, Anda akan lebih mudah berkomunikasi dan membangun keakraban dengannya. Anak juga akan merasa bahwa Anda care dan sayang padanya.

3. Luangkan Waktu untuk Melakukan Kegiatan yang Disenangi Anak Anda

Cara Mengekspresikan Rasa Sayang pada Anak Remaja - Sekolah Prestasi Global

Photo by Ann Danilina on Unsplash 

Setiap anak remaja pasti punya kegiatan yang disenangi, seperti membaca novel atau komik, menonton film, mendengarkan musik, berkemah, bermain skateboard, dan lain sebagainya.

Untuk mengekspresikan rasa sayang Anda, luangkan waktu Anda untuk bisa terlibat dalam kegiatan yang disenangi si anak. Misalnya, jika anak Anda senang berkemah, tidak ada salahnya menghabiskan akhir pekan bersama dengan berkemah di lokasi perkemahan.

Kegiatan ini akan semakin mendekatkan hubungan Anda dengan anak Anda. Biarkan anak tahu betapa Anda menghargai minat mereka dengan melakukan segala sesuatunya bersama-sama.

4. Jadikan Diri Anda Sebagai Pendengar yang Baik

Kesenjangan yang sering kali terjadi antara orang tua dan anak remaja mereka biasanya disebabkan karena orang tua tidak bisa menjadi pendengar yang baik. Di masa pubertas remaja ada banyak hal yang mungkin mereka hadapi di lingkungannya yang menyebabkan anak remaja mudah marah hingga seringkali juga anak remaja melawan orang tua.

Di masa ini anak akan mengalami banyak kebingungan, kegelisahan dan kekhawatiran yang perlu mereka bagikan ke orang lain agar tidak terjerumus pada kondisi frustasi atau depresi.

Di sinilah peran orang tua untuk bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak remajanya. Pola asuh seperti ini penting untuk menghindarkan anak dari yang namanya salah pergaulan.

Dengan mendengarkan cerita dan pendapat  anak, Anda bisa sekalian memberi masukan berupa nasehat yang baik agar anak tidak terjerumus ke pergaulan yang kurang baik. Perlu diingat untuk tidak menyalahkan anak saat mendengar cerita mereka.

Jika Anda melakukannya bisa dipastikan anak sudah tidak mau bercerita lagi di lain waktu. Setelah menjadi pendengar jadilah teman diskusi yang bijak yang mampu memberi saran terbaik buat anak.

5. Hormati Privasi Anak Remaja Anda

Walaupun Anda berperan sebagai orang tua dan merasa memiliki kendali penuh pada anak, Anda tetap harus menjaga batasan dan menghormati privasi anak terutama di usia remaja. Area kamar anak remaja sudah termasuk area privasi anak yang tidak boleh Anda utak-atik tanpa seizin anak Anda.

Sama halnya dengan smartphone anak yang tidak boleh sembarangan Anda buka untuk mencari tahu siapa teman ngobrol atau chatting anak. Anak remaja pasti punya beberapa hal yang tidak ingin dia bagikan kepada siapapun termasuk orang tua.

Sebagai orang tua terkadang Anda perlu menahan rasa penasaran Anda demi menghormati privasi anak.

6. Hindari Menghakimi dan Mengkritik Mereka

Salah satu penyebab hubungan keluarga atau hubungan orang tua dan anak remaja menjadi renggang bisa disebabkan karena orang tua terlalu sering menghakimi dan mengkritik anaknya. Ekspresi rasa sayang bisa Anda tunjukkan secara tidak langsung dengan menahan diri untuk tidak menghakimi anak.

Dengan menghindari hal ini, anak remaja Anda akan merasa dapat mempercayai orang tuanya. Kepercayaan dalam hubungan orang tua dan anak sangatlah penting.

Saat anak Anda percaya pada Anda, anak akan berusaha untuk tidak menyembunyikan apapun dari Anda dan akan selalu berbagi cerita tentang kesehariannya di sekolah maupun hubungan dengan teman-temannya.

Anda perlu lebih mempercayai anak untuk mengambil keputusan sendiri dengan segala konsekuensinya. Biarkan mereka mengalami kegagalan sesekali agar mereka bisa belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri.

7. Sesekali Minta Anak untuk Mengajari Anda Sesuatu

Tidak selamanya orang tua yang berperan mengajari anak segala sesuatunya, sesekali Anda bisa membalik keadaan ini. Mintalah si anak untuk mengajari Anda sesuatu yang menjadi hobi mereka. Membiarkan anak memegang kendali sesekali membuat mereka lebih percaya diri.

Misalnya, ketika anak memiliki hobi bermain bola, Anda bisa meluangkan waktu untuk menonton pertandingan bola bersama. Minta anak Anda untuk menjelaskan aturan permainannya dan cara penentuan pemenang dalam pertandingan bola.

Menyenangkan hobi yang sama dengan anak bisa menjadi jalan menumbuhkan keakraban dan memunculkan rasa kasih sayang antara anak dan orang tua.

8. Selalu Berikan Semangat dan Motivasi pada Anak Anda

Tanda sayang yang nyata dari orang tua manakala anak selalu diberikan semangat serta motivasi dalam menjalani aktivitasnya. Pemberian motivasi bisa melalui ucapan maupun tulisan.

Saat anak akan menempuh ujian di sekolah, Anda bisa menyelipkan kertas ucapan di buku atau laptop anak yang berisi kalimat “Semangat ya, Nak!” atau ucapan “Semoga Berhasil Ujiannya Ya, Nak”.

Pemberian motivasi lewat perkataan positif menjadi wujud dari kasih sayang orang tua. Dengan pemberian motivasi anak akan lebih bersemangat dan percaya diri dengan keyakinan memperoleh hasil terbaik.

Pemberian motivasi pada remaja menjadi penanda bahwa Anda percaya akan kemampuan si anak sehingga anak mampu mencapai apapun yang diinginkan.

9. Sesekali Biarkan Anak Memilih Apa yang Jadi Kesukaan Mereka

Menuruti kemauan anak tidak selalu jadi hal buruk, untuk memenangkan hati anak remaja Anda sesekali biarkan anak memilih apa yang jadi kesukaan mereka. Misalnya, saat berkendara bersama anak, bebaskan di memilih dan memutar lagu yang dia sukai.

Anda juga bisa membebaskan mereka memilih tempat wisata yang akan dikunjungi, tempat makan, atau tempat belanja yang menurut si anak paling bagus.

Meminta dan mengikuti saran anak bisa membuat hubungan keduanya menjadi lebih dekat dan dijamin anak akan semakin sayang pada orang tuanya. Tentunya cara ini tidaklah sulit karena Anda hanya perlu meredam keinginan sendiri untuk sementara.

Jadi, walaupun Anda kurang menyukai apa yang jadi pilihan anak usahakan untuk tidak menampakkan rasa ketidaksukaan Anda di depannya. Jagalah momen bersama Anda tetap baik saat bersama si anak tersayang.

10. Menyepakati Aturan-aturan Penting Bersama Anak

Anak remaja seringkali mengalami kesalahpahaman terhadap tindakan orang tua, akibatnya hubungan keduanya bisa renggang. Untuk meminimalisir hal ini, Anda perlu menyepakati Aturan-aturan penting bersama anak yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

Anda perlu menegaskan untuk harus menaati dan disiplin atas segala peraturan yang telah disepakati. Contoh aturan yang bisa dikompromikan bersama diantaranya jam pulang malam yang tidak boleh lewat dari jam 9 malam.

Contoh lainnya, keluar rumah harus seizin orang tua, larangan untuk tidak merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, dan berbagai kesepakatan penting lainnya.

Jangan lupa untuk memberi pengertian mengapa suatu larangan dibuat dan apa tujuannya. Dengan begitu, anak jadi tahu dan bertanggung jawab serta tidak merasa ada paksaan dari orang tua.

11. Sempatkan Mengirim Pesan Singkat pada Anak

Anak remaja Anda walaupun terlihat sudah dewasa namun mereka masih dalam tahap transisi dari usia anak-anak. Jadi, tetap awasi dan kontrol mereka melalui pengiriman pesan singkat via smartphone.

Agar tidak kelihatan bahwa Anda mengawasinya, mulakan dengan mengirim pesan lucu yang sekiranya bisa membuat anak tersenyum. Selepas pesan lucu dikirim baru menyusul untuk menanyakan  keberadaan mereka.

Walaupun mungkin selera humor Anda dan anak tidak sama, setidaknya anak tahu usaha Anda untuk menghibur dirinya.

Untuk lebih menarik perhatian anak, Anda juga bisa mengirim pesan atau tautan informasi terbaru tentang grup musik idola mereka atau info film terbaru yang ditunggu-tunggu penayangannya oleh si anak.

Ada banyak cara mengekspresikan rasa sayang terutama pada anak remaja. Anda tinggal memilih cara yang paling mungkin disukai anak dan Anda percaya diri untuk melakukannya. Semakin anak tahu bahwa Anda menyayanginya, Anak besar kemungkinan akan lebih menurut pada Anda.

Baca Juga : Ternyata Bermain Hujan Punya 8 Manfaat Baik bagi Tubuh Si Kecil

Bagaimana membangun kepercayaan dengan anak ?

Jika kita bisa dapat kepercayaan anak pada orang tua maka akan mempunya hubungan yang baik. dan beberapa caranya adalah tunjukkan ketertarikan pada kehidupan remajanya, memberi privasi, menjadi tempat curhat untuk anak.

Bagaimana cara menunjukan ketertarikan pada kehidupan anak remaja ?

Salah satu cara yang juga efektif dalam mengekspresikan rasa sayang yaitu dengan menunjukkan ketertarikan pada kehidupan anak remaja Anda. Tunjukkan minat Anda dengan mendengarkan pendapat, pemikiran atau ide mereka. Buat anak Anda merasa bahwa Anda peduli dan memahami mereka. Terkadang orang tua sulit melakukan hal ini karena disibukkan dengan pekerjaan dan rutinitas harian yang membuat orang tua tidak punya cukup waktu untuk bercengkrama dan melihat tumbuh kembang anak. Anda juga bisa menunjukkan rasa ketertarikan dengan mau mengenal teman-teman anak Anda, mencari tahu film favorit atau grup musik favoritnya. Dengan mengetahui banyak hal dari anak remaja Anda, Anda akan lebih mudah berkomunikasi dan membangun keakraban dengannya. Anak juga akan merasa bahwa Anda care dan sayang padanya.

Mengapa kita harus menghindari menghakimi anak remaja ?

Salah satu penyebab hubungan keluarga atau hubungan orang tua dan anak remaja menjadi renggang bisa disebabkan karena orang tua terlalu sering menghakimi dan mengkritik anaknya. Ekspresi rasa sayang bisa Anda tunjukkan secara tidak langsung dengan menahan diri untuk tidak menghakimi anak. Dengan menghindari hal ini, anak remaja Anda akan merasa dapat mempercayai orang tuanya. Kepercayaan dalam hubungan orang tua dan anak sangatlah penting. Saat anak Anda percaya pada Anda, anak akan berusaha untuk tidak menyembunyikan apapun dari Anda dan akan selalu berbagi cerita tentang kesehariannya di sekolah maupun hubungan dengan teman-temannya. Anda perlu lebih mempercayai anak untuk mengambil keputusan sendiri dengan segala konsekuensinya. Biarkan mereka mengalami kegagalan sesekali agar mereka bisa belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri.