Bagikan Artikel Ini:

Siapa yang tidak panik ketika sang buah hati tiba-tiba badannya panas dan mengeluh sakit. Orang tua mana yang tidak merasa bingung, kira-kira apa ya penyebab panas badan pada anak itu dan bagaimana cara turunkan panas anak dengan cepat, simak pembahasannya berikut ini.

Penyebab Panas Demam

Ketika anak mengalami kenaikan suhu badan, cara mengatasi anak panas tinggi adalah dengan mulai mengukur suhu badannya dengan secara tepat dengan thermometer, jangan hanya mengandalkan rabaan dari punggung tangan saja. Anak dikatakan mengalami panas demam jika suhu tubuhnya lebih dari 36 derajat Celcius. Demam merupakan suatu cara dan juga tanda bahwa tubuh anak sedang berusaha untuk melawan suatu infeksi yang ingin menyerang tubuh anak. Jadi sebenarnya tidak semua jenis demam itu harus diobati oleh dokter, namun harus segera diatasi meski dengan pengobatan rumahan karena panas demam itu membuat anak merasa tidak nyaman dan bisa menyebabkan dehidrasi, dan jangan sampai lebih dari sehari, panas demam anak harus segera sudah reda, jika lebih maka memang harus segera dibawa ke dokter untuk dicari tahu apa penyebabnya. Lalu cermati ciri panas demamnya guna mengetahui penyebabnya.

Infeksi akibat Virus

Hal ini yang paling sering terjadi pada anak yang mengalami panas demam tinggi. Namun jika anak masih aktif dan masih bisa bermain meski kadang mengalami sedikit lesu maka panas demamnya itu akibat infeksi virus yang ringan. Infeksi akibat virus itu ditandai dengan timbulnya pilek dan juga kadang-kadang dengan batuk, bisa juga ada diare ringan yang tanpa disertai darah. Meski demikian sebagian infeksi virus itu terjadi tanpa disertai dengan gejala batuk, atau pilek ataupun gejala lainnya. Infeksi virus demam biasanya akan meninggi dalam waktu 1 hingga 2 hari pertama, lalu pada saat hari ke 3 atau ke 5 akan menurun atau kadang juga bisa di hari yang ke 4 atau ke 5 akan naik lagi tetapi tidak akan setinggi suhu badan anak pada hari ke 1 hingga ke 2 sebelumnya, dan anak tidak terlalu lemas dan masih bisa bermain. Lalu biasanya pada hari ke 6 atau ke 7 akan mulai bisa membaik. Dalam kondisi seperti itu maka anak tidak perlu diberikan obat antibiotika dan juga tidak perlu melakukan cek darah.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Inilah yang patut diwaspadai, yakni infeksi virus DBD. Infeksi demam DBD ini memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut, biasanya akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, lalu pada saat hari ke 3 hingga ke 5 akan turun, namun anak akan sangat lemas sekali dan sama sekali tidak bisa bermain, sepanjang hari anak hanya akan tidur saja, dan jika digendong akan merebahkan diri di sandaran. Lalu pada hari ke 4 dan ke 5 suhu badan anak naik lagi meski tidak setinggi panas demam di hari 1 dan ke 2, namun anak harus segera di bawa ke dokter sebelum hari ke 4, untuk memastikan penyebab demamnya, dan juga lakukan pemeriksaan darah lengkap atau cek IgG IgM Dengue.

Radang selaput otak atau infeksi otak (Meningitis atau ensefalitis)

Panas demam yang berikut ini juga perlu diwaspadai, yakni jika panas demam yang terjadi akibat infeksi virus yang berbahaya seperti meningitis atau ensefalitis. Panas demam anak akibat penyakit ini biasanya jika demamnya disertai dengan kejang yang berulang atau cukup lama dan disertai dengan kesadaran yang menurun. Jika gejala tersebut ada menyertai panas demamnya, maka segeralah bawa anak ke dokter.

Infeksi akibat Bakteri

Penyebab infeksi yang berikut ini termasuk yang jarang terjadi. Namun jika anak mengalaminya maka segeralah bawa anak ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ciri khas panas demam akibat infeksi bakteri, yakni pada saat hari 1 hingga ke 2 tidak terlalu tinggi panasnya, namun pada hari yang ke 3 hingga ke 5 panasnya akan semakin tinggi. Infeksi bakteri yang patut diwaspadai adalah infeksi saluran kencing, atau tifus, atau bronkitis, atau pneumonia ataupun infeksi bakteri yang lainnya.

Penyebab Panas Demam yang Lainnya

Meskipun jarang juga, namun bisa saja panas demam itu disebabkan oleh penyebab yang lainnya, yakni seperti akibat reaksi auto immune, atau berbagai jenis penyakit lainnya. Hal tersebut terjadi jika panas demam iru berlangsung selama lebih dari 5 hingga 7 tanpa diketahui sebabnya. Oleh karenanya jangan sampai melewati lebih dari 5 hari, jika anak masih panas demam, maka segera dibawa ke dokter.

Cara Mengatasi Panas pada Anak

Ada banyak cara untuk menurunkan panas anak, yakni mulai dengan obat anak kimiawi dari dokter, ataupun secara alami dengan memanfaatkan rempah bumbu dapur dan lain sebagainya. Berikut beberapa hal yang bisa ditempuh untuk meredakan panas demam anak.

Kompres dengan Air Hangat

Biasanya suhu tubuh anak menjadi naik dan turun pada saat demam, yakni akan menjadi lebih rendah pada saat di pagi hari dan akan menjadi lebih tinggi pada saat di malam hari. Bahkan kadang anak sampai menjadi menggigil pada malam hari dikarenakan suhu tubuhnya yang mulai naik. Hal tersebut akan membuat anak sulit tidur meski mengantuk akibat kondisi badannya yang tidak nyaman tersebut. Buatlah kondisi kamarnya senyaman mungkin, dan beri pakaian tipis yang nyaman untuk membantu panas tubuhnya keluar. Sebagai tindakan pertama untuk menurunkan demam anak maka segera kompres anak dengan handuk yang telah dicelup dengan air hangat dan diperas. Meski ini sebenarnya hanya dapat menurunkan panas demam anak untuk sementara waktu saja, bahkan mungkin juga sama sekali tidak dapat menurunkan panas demam pada beberapa anak dengan kasus tertentu, juga beberapa anak mungkin tidak akan merasa nyaman dan merasa terganggu dengan ditaruhnya kompresan di dahi. Namun, cara ini masih bisa dilakukan sebagai upaya awal pertama untuk menurunkan panas demam anak. Jadi jika panas suhu tubuh anak sudah melebihi 37 derajat celcius, maka segera mintalah agar anak berbaring dan lalu kompres badannya dengan air hangat. Selain di dahinya bisa juga dilakukan pengompresan di bagian ketiak dan juga selangkangan, serta dengan cara menggosok-gosokan kompres pada bagian punggung. Air yang hangat tersebut bisa untuk membantu agar pori-pori kulit terbuka dan suhu panas yang terperangkap di dalam tubuh akan bisa dikeluarkan, karena panas tubuh akan bisa menguap melalui dari pori-pori kulit yang terbuka saat terkena kompresan air hangat. Jangan pergunakan air dingin untuk mengompres, karena hal itu justru akan memperkecil pori-pori, sehingga membuat panas tubuh jadi tidak bisa keluar. Cara ini bisa dilakukan di rumah sebelum anak dibawa ke dokter, untuk beberapa kasus panas demam bisa sembuh hanya dengan melakukan perawatan di rumah, tidak perlu hingga dibawa ke dokter. Namun jangan biarkan anak demam di rumah hingga lebih dari tiga hari, karena dapat berbahaya dan memperparah penyakitnya.

Mandi Air Hangat

Meski anak sedang mengalami panas demam, namun anak haruslah tetap mandi walau hanya dengan cara di lap dengan air hangat. Saat mandi gunakan air hangat sekitar 29 hingga 32 derajat celcius. Suhu itulah yang ideal untuk membantu anak mengatasi panas demamnya. Air bersuhu hangat yang mengenai kulit anak yang panas demam ketika mandi akan dapat membantu untuk mendinginkan tubuhnya dan bisa membuat suhu tubuh anak menjadi sedikit menurun sekitar 1 derajat hingga 2 derajat celcius selama 30 menit hingga 45 menit. Jangan mandi dengan menggunakan air dingin karena akan membuat anak jadi menggigil dan akan justru akan membuat suhu tubuh anak menjadi naik guna mengimbangi atau sebagai reaksi dari rasa dingin yang timbul.

Cara Menurunkan Panas Anak Secara Alami dengan Bawang Merah

Cara menurunkan panas anak juga bisa dilakukan dengan mempergunakan bahan alami ramuan bawang merah. Sebagai bahan rempah tradisional, bawang merah telah sejak lama digunakan secara turun temurun untuk mengatasi panas demam. Bawang merah itu mempunyai kandungan berupa minyak atsiri dan juga zat lainnya yang sangat bermanfaat untuk bisa menurunkan panas demam anak. Irislah atau parut bawang merah dengan potongan secara kasar, lalu campurkanlah cincangan bawang merah tadi dengan minyak kelapa ataupun minyak kayu putih. Kemudian balurkan ke seluruh tubuh anak, dan lalu letakkanlah ampasnya pada bagian dahi anak sebagai kompres. Namun, jika kulit anak bersifat sensitif maka jangan gunakan cara ini, cukup kompres saja anak dengan handuk yang telah dicelup dengan air hangat lalu diperas hingga kering, atau bisa menggunakan karet khusus yang telah diisi dengan air hangat atau pun botol kaca yang telah diisi dengan air hangat dan telah dilapisi dengan kain yang cukup tebalnya untuk menyeka tubuh anak, perhatikan benar bahwa tutup botol atau alat karet pengompres tadi sudah ditutup dengan rapat agar air panas di dalamnya tidak merembes keluar sehingga dapat melukai kulit anak jika suhu airnya terlalu tinggi, dan justru akan menimbulkan masalah baru. Kuncinya jangan panik agar dapat mengambil dan melakukan tindakan dengan benar untuk membantu anak mengatasi panas demamnya.

Minum Banyak Air

Beri anak minum air, minuman air hangat yang dicampur teh atau susu juga baik, air putih dalam suhu normal suhu ruangan juga bisa, juga minuman air dingin, namun jangan terlalu banyak sehingga menimbulkan pilek flu. Tidak perlu langsung diberikan dalam jumlah yang banyak dalam sekali minum, tapi bisa sedikit-sedikit dan lebih sering itu akan lebih baik dilakukan. Cara tersebut akan dapat membantu tubuh anak untuk lebih cepat mengeluarkan panas yang ada dalam tubuhnya, air hangat akan membuat tubuh anak berkeringat sehingga suhu panas di dalam tubuh juga bisa keluar, minum banyak air juga untuk mencegah anak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuhnya, karena selama mengalami panas demam maka anak kehilangan banyak cairan.

Selain minum air putih, anak juga bisa memperoleh cairan dari makanan ataupun minuman lain, seperti sup, atau bahkan es krim, dan lain sebagainya. Es krim ataupun minuman dingin lainnya akan membantu untuk mendinginkan tubuh anak dari dalam, hal ini akan membantu menurunkan suhu tubuh anak dari dalam, namun jangan juga diberikan dalam jumlah yang terlalu banyak, dan jangan berikan minuman kopi yang mengandung kafein, atau minuman bersoda, karena justru akan membuat cepat dehidrasi dan juga akan lebih sering ke belakang sehingga akan mengganggu.

Makan yang Banyak

Kemudian usahakan juga agar anak mau makan yang banyak, terutama yang mengandung banyak vitamin C, seperti buah jeruk dan lain sebagainya, guna menjaga supaya kondisi tubuhnya tidak menurun. Tubuh akan membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak terutama pada saat sakit atau ketika mengalami panas demam. Sehingga, asupan gizi makan yang banyak akan dapat membantu tubuh anak untuk melawan apapun penyebab infeksinya, sehingga anak bisa lebih cepat sembuh. Semakin tinggi panas demam anak, maka akan semakin besar pula kebutuhan akan gizi makanan bagi anak. Biarkanlah anak untuk memakan berbagai jenis makanan yang menjadi kesukaannya, yang penting anak mau dan masih berselera untuk makan, karena pada biasanya selera dan nafsu makan anak akan menurun pada saat mengalami sakit panas demam. Jika anak sulit dan tidak mau makan maka hal bisa memperlambat kesembuhannya. Sering-seringlah menawarkan pada anak berbagai jenis makanan, namun tidak perlu dipaksa, jika anak merasa lapar, maka ia akan mau memakan hidangan makanan yang tersaji.

Demikianlah cara cepat menurunkan panas anak. Jangan biarkan anak mengalami panas demam di rumah lebih dari 2 hari, paling lambat 4 hari, lalu segeralah bawa ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

 

(Visited 10 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us