Protein sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. Ini bukan tanpa alasan, karena protein yang memiliki andil besar dalam pembentukan tulang, enzim, darah dan penyokong dalam regenerasi sel tubuh. Cukupi asupan protein bagi anak Anda dengan memilih bahan makanan tinggi protein nabati.

Lalu, apa saja bahan makanan tinggi protein nabati untuk anak? Berapa banyak kandungan protein yang dibutuhkan anak dan apa manfaatnya? Cari tau jawabannya pada ulasan berikut.

Berapa Banyak Protein Yang Dibutuhkan Anak?

variety of assorted-color beans

Berbeda dengan kebutuhan orang dewasa, anak-anak membutuhkan makanan yang lebih banyak protein untuk mendukung pertumbuhan anak. Kebutuhan protein bagi anak berbeda-beda sesuai tahapan usianya.  Jika mempertimbangkan gender/jenis kelamin.

Kebutuhan protein anak perempuan dan anak laki-laki sama saja hingga usia mereka mencapai 14 tahun. Di atas 14 tahun, kebutuhan protein anak laki-laki lebih tinggi dibanding anak perempuan. Berikut rincian kebutuhan protein anak-anak tiap harinya.

  • Usia 1-3 tahun, kebutuhan protein 13 gram
  • Usia 4-8 tahun, kebutuhan protein 19 gram
  • Usia 9-13 tahun, kebutuhan protein 34 gram
  • Anak perempuan 14-18 tahun, kebutuhan protein 46 gram
  • Anak laki-laki 14-18 tahun, kebutuhan protein 52 gram

Bahan Makanan Tinggi Protein

Dari 20 asam amino yang menyusun protein, tubuh bisa memproduksi 11 diantaranya. 9 jenis asam amino lainnya harus diperoleh dari makanan. Jadi penting untuk memberi anak makanan yang tinggi protein.

Sebenarnya bahan makanan yang mengandung protein sangat banyak. Hampir semua bahan makanan yang dikonsumsi anak-anak mengandung protein disamping karbohidrat dan lemak.

Sumber protein bisa berasal dari hewan dan juga tumbuhan. Beberapa bahan makanan anak yang mengandung protein tinggi terutama dari tumbuhan, diantaranya:

1. Tempe Dan Tahu

Bahan makanan yang terkenal mengandung protein nabati yang tinggi, ada tempe dan tahu. Bahan baku keduanya yang berasal dari tumbuhan kacang kedelai membuatnya memiliki protein yang melimpah. Dalam tiap 85 gram tempe terkandung protein sebanyak 16 gram. 

Sedangkan, pada sajian 85 gram tahu terkandung 8 gram. Dengan anak mengkonsumsi tempe ataupun tahu tiap harinya, Anda sudah bisa memenuhi asupan protein bagi anak.

Bagusnya, kedua bahan makanan tersebut sangat mudah dijumpai dan harganya pun sangat ekonomis. Tempe dan tahu bisa jadi alternatif bahan pangan pengganti daging yang harganya cukup mahal.

Disamping kandungan protein, tempe dan tahu juga mengandung zat penting lainnya seperti serat, kalsium, dan zat besi.

2. Kacang-Kacangan

Ada banyak jenis kacang-kacangan yang bisa menjadi sumber protein terbaik bagi anak Anda. Jenis kacang-kacangan yang baik buat anak selain kacang kedelai diantaranya kacang hijau, kacang almond, kacang merah, serta kacang tanah.

Kacang merah mengandung protein sebanyak 13,4 gram per cangkirnya (256 gram). Anda bisa mengolah kacang merah menjadi sup yang bisa dikonsumsi berdampingan dengan nasi.

Kacang tanah mengandung 17,3 gram per 73 gram penyajian. Olahan kacang tanah menjadi selai sangat disukai anak-anak saat mengkonsumsi roti. Konsumsi kacang-kacangan mampu memenuhi asupan protein bagi anak-anak.

Selain itu, kandungan nutrisi lainnya serta serat akan baik untuk pertumbuhan anak.

3. Susu Kedelai

Selain diolah menjadi tempe dan tahu, kacang kedelai juga bisa diolah menghasilkan susu. Karena kebaikan dari susu kedelai atau susu soya inilah yang kemudian banyak diolah menjadi susu formula bagi bayi dan balita.

Terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap susu sapi. 1 cup susu soya mengandung protein sebanyak 8 gram.

4. Alpukat

Makanan tinggi protein untuk anak lainnya yaitu alpukat. 18 asam amino esensial terkandung dalam tiap sajian alpukat matang. Protein yang terkandung dalam alpukat sangat mudah dicerna oleh tubuh anak-anak karena banyak mengandung serat.

Kandungan proteinnya yang mencapai 2 gram per 100 gramnya sudah lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan harian protein anak. Kandungan lemak baiknya yang tinggi serat juga akan menjamin kesehatan sistem pencernaan anak Anda.

5. Brokoli

Sayuran hijau seperti brokoli ternyata mengandung protein sebanyak 2,5 gram di tiap 90 gram sajian brokoli. Brokoli yang masuk kategori super food ini punya banyak manfaat bagi anak-anak.

Selain sumber protein, brokoli mengandung banyak vitamin dan mineral. Seperti kalsium, potasium, folat, serta carotenoids. Penyajian yang sehat buat anak, cukup dengan dikukus saja dan sajikan sebagai pendamping makanan sehat lainnya.

6. Jagung

Jagung

Jagung bagi kebanyakan orang dikenal sebagai sumber karbohidrat karena dapat mengganti nasi. Namun, jagung juga merupakan sumber protein tinggi. Anak-anak sangat suka mengkonsumsi jagung karena rasanya yang manis. Jadi Anda tidak akan susah membuat buah hati mengkonsumsi jagung.

Dalam 100 gram jagung kuning terkandung 3,4 gram protein nabati. Selain itu, jagung juga kaya akan vitamin B9, B3, B5, dan B6 yang baik buat pertumbuhan anak. Kandungan mineral seperti kalium, mangan, fosfor, zinc, tembaga, dan magnesium ada pada jagung popcorn yang digemari anak.

7. Buncis

Sayuran hijau seperti buncis tidak hanya kaya akan serat tetapi juga kaya protein. Buktinya, di tiap 100 gram buncis terkandung 1,8 gram protein.

Belum lagi kandungan vitamin A dan C yang bagus untuk kesehatan mata dan sistem imun si kecil. Agar nutrisi dari buncis tidak hilang, Anda bisa mengolah buncis dengan cara dikukus atau direbus bersama bahan sehat lainnya.

Manfaat dari Makanan Tinggi Protein

Di awal sudah disinggung sedikit mengenai manfaat makanan yang kaya protein. Manfaat protein khususnya bagi anak-anak yaitu untuk menyokong pertumbuhan mereka.  Protein berperan dalam membantu pertumbuhan rambut, kuku, enzim, hormon.

Juga, memperkuat otot, tulang, memperlancar aliran darah, dan menjaga kesehatan berbagai organ penting lainnya. Manfaat lain dari protein, membantu memulihkan dan memperbaiki sel serta jaringan tubuh yang rusak pada tubuh anak. Sehingga, sel dapat beregenerasi dengan cepat.

Satu lagi yang tidak kalah penting, protein sangat dibutuhkan untuk tumbuh-kembang otak anak.

Protein dibutuhkan dalam pembentukan neurotransmitter yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Dengan anak mengkonsumsi protein yang cukup tiap harinya, anak bisa lebih mudah fokus dan konsentrasi saat belajar. Dan tentunya hal ini penting untuk mendukung kecerdasan anak Anda.

Sekarang Anda sudah tahu pentingnya protein bagi anak. Kekurangan protein pada anak bisa menyebabkan pertumbuhan anak lambat, sistem imun menurun, susah berkonsentrasi, dan lain sebagainya. Untuk menghindari kondisi tersebut, penuhi kebutuhan protein anak untuk menjamin masa depan mereka lebih baik.

Rekomendasi sumber makanan tinggi protein nabati yang sudah dipaparkan di atas bisa membuka wawasan Anda dalam pemenuhan protein yang cukup buat anak. Tentunya tidak hanya protein, zat pendukung pertumbuhan seperti vitamin, mineral, dan lainnya juga penting bagi anak.

1. Apa manfaat dari makanan protein?

Manfaat protein khususnya bagi anak-anak yaitu untuk menyokong pertumbuhan mereka. Protein berperan dalam membantu pertumbuhan rambut, kuku, enzim, hormon. Juga, memperkuat otot, tulang, memperlancar aliran darah, dan menjaga kesehatan berbagai organ penting lainnya. Manfaat lain dari protein, membantu memulihkan dan memperbaiki sel serta jaringan tubuh yang rusak pada tubuh anak. Sehingga, sel dapat beregenerasi dengan cepat.

2. Berapa kebutuhan protein anak-anak tiap harinya?

Kebutuhan protein anak-anak tiap harinya. ,Usia 1-3 tahun, kebutuhan protein 13 gram, Usia 4-8 tahun, kebutuhan protein 19 gram, Usia 9-13 tahun, kebutuhan protein 34 gram, Anak perempuan 14-18 tahun, kebutuhan protein 46 gram, Anak laki-laki 14-18 tahun, kebutuhan protein 52 gram

3. Apa saja bahan makanan anak yang mengandung protein tinggi terutama dari tumbuhan?

Tempe dan Tahu, Kacang-kacangan, Susu Kedelai, Alpukat, Brokoli, Jagung, Buncis