Diare adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak – anak di seluruh dunia. Diare pada anak dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui penanganan diare pada anak agar tidak berpotensi pada risiko yang bisa saja mengancam jiwa sang anak.

Pengertian Diare dan Gejalanya pada Anak

Menurut WHO, pengertian diare sendiri adalah suatu kondisi ketika seseorang buang air besar dengan konsistensi tinja yang lebih lunak atau cair dari biasanya. Bahkan, tinja dapat berupa air saja dan frekuensi untuk buang air besar lebih banyak dari biasanya, bisa 2 sampai 3 kali dalam sehari.

Gejala diare pada anak dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, tetapi, beberapa tanda dan gejala umum yang biasanya terkait dengan diare pada anak dapat meliputi:

1. Tinja yang Lebih Lunak atau Cair dari Biasanya

Diare pada anak ditandai dengan perubahan konsistensi tinja, yang dapat menjadi lebih cair atau berair dari biasanya. Anak mungkin juga mengalami buang air besar lebih sering dari biasanya, bisa sampai 2 atau 3 kali dalam sehari atau bahkan lebih dari itu.

2. Perut Kram atau Nyeri

Gejala diare pada anak sering disertai dengan rasa nyeri atau kram pada perut. Pada kondisi ini, anak biasanya merasa tidak nyaman atau merasakan sakit di daerah perut.

3. Mual dan Muntah

Beberapa anak mungkin merasa mual atau bahkan muntah sebagai bagian dari gejala diare. Orang tua perlu memberikan perhatian lebih pada gejala ini karena jika tidak ditangani dengan serius bahkan hingga muntah darah, potensi adanya masalah yang lebih serius bisa saja terjadi pada anak.

4. Kehilangan Nafsu Makan

Anak dapat kehilangan nafsu makan selama periode diare, terutama jika mereka merasa tidak nyaman atau sakit. Anak yang mengalami diare hingga kehilangan nafsu makan dapat mengalami penurunan berat badan.

5. Dehidrasi

Dehidrasi adalah komplikasi serius yang bisa terjadi jika cairan yang hilang melalui diare tidak digantikan dengan baik. Tanda – tanda dehidrasi pada anak meliputi bibir kering, mata cekung, kulit kusam, sedikit atau jarang buang air kecil, dan mengalami penurunan energi.

Jenis Diare pada Anak

Menurut Kementerian Kesehatan, diare pada anak pun ada jenisnya. Untuk itu diperlukan penanganan diare pada anak yang tepat sesuai dengan jenis diare yang dialaminya. Berikut beberapa jenis diare pada anak:

1. Diare tanpa Dehidrasi

Pada diare jenis ini, anak tetap aktif dan masih memiliki nafsu makan atau minum seperti biasa. Mata masih normal atau tidak cekung, namun ia mengalami kehilangan 5% cairan dari berat badan tubuhnya.

2. Diare Dehidrasi Ringan / Sedang

Pada fase ini, anak akan lebih rewel atau gelisah, mata cekung, memiliki rasa haus yang meningkat, dan mengalami kehilangan 5 – 10% cairan dari berat badan tubuhnya.

3. Diare Dehidrasi Berat

Diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan tubuh yang lesu atau lemah, mata mulai terlihat cekung, nafsu makan dan minum berkurang, dan kehilangan lebih dari 10% cairan dari berat badan tubuhnya.

Langkah Mengatasi Diare pada Anak

Diare dapat terjadi pada siapa saja, tak terkecuali pada anak – anak. Gejala yang dirasakan pun beragam mulai dari gejala ringan sampai gejala berat atau parah. Gejala ringan biasanya bisa ditangani secara mandiri oleh orang tua di rumah. Meskipun demikian pemantauan harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui langkah mengatasi diare pada anak. Hal ini dilakukan demi meminimalisir kemungkinan risiko yang lebih besar yang bisa saja terjadi apabila diare tidak segera ditangani dengan tepat. Berikut beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan dalam penanganan diare pada anak.

1. Penuhi Kebutuhan Cairan pada Anak

Salah satu risiko utama dari diare adalah dehidrasi. Kehilangan cairan yang berlebihan melalui feses dapat membuat anak kekurangan cairan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan banyak cairan pada anak yang mengalami gejala diare.

Bagi anak yang masih balita, penting untuk memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Selain memenuhi kebutuhan cairan, pemberian ASI lebih sering dari biasanya juga menjaga nutrisi bagi anak.

Bagi anak yang menginjak usia di atas 5 tahun, penting untuk memberinya cairan oralit. Oralit merupakan cairan untuk memberikan rehidrasi oral yang terdiri dari campuran air dengan gula dan garam. Cairan ini berfungsi untuk menggantikan elektrolit dan mineral lain yang hilang akibat diare.

2. Perhatikan Asupan Makan Anak

Orang tua dianjurkan untuk terus memberikan makan pada anaknya seperti biasa. Akan tetapi juga harus berhati – hati dalam pemberian makanan ini, jangan sampai makanan atau minuman yang diberikan malah membuat diare menjadi lebih parah atau berlangsung lebih lama.

Pilihan makanan yang diberikan bisa berupa makanan yang mudah dicerna oleh anak seperti pisang, nasi putih, rebusan daging ayam, atau yang lainnya. Hindari makanan yang mengandung banyak lemak, gula, atau makanan pedas karena akan memperparah gejala diare pada anak.

Hindari juga makanan berserat yang tidak larut seperti seledri, tomat, kacang, wortel, dan gandum utuh. Jenis makanan tersebut justru juga akan membuat diare menjadi lebih parah.

3. Jangan Berikan Obat Sebelum Konsultasi ke Dokter

Ini adalah langkah mengatasi diare pada anak yang patut diperhatikan orang tua. Sebisa mungkin hindari memberi anak obat antidiare sebelum melakukan konsultasi pada dokter. Segera periksakan anak ke dokter jika gejala diare berlangsung lebih dari 3 hari.

Memberikan obat antidiare pada anak tanpa konsultasi ke dokter justru akan memperburuk kondisi diare pada anak apalagi jika penyebab diare tidak jelas. Segera konsultasikan gejala diare pada anak pada dokter.

4. Ikuti Saran dari Dokter dan Cari Bantuan Medis Jika Perlu

Jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik atau obat anti parasit yang sesuai. Pastikan untuk mengikuti panduan dokter dan menyelesaikan seluruh proses pengobatan, bahkan jika gejala sudah membaik.

Jika gejala diare pada anak yang dialami sampai pada tahap serius seperti muntah berdarah, tinja berdarah, segera cari bantuan medis. Kondisi – kondisi tersebut memerlukan perhatian medis segera.

5. Lakukan Pencegahan

Melakukan pencegahan pada diare adalah langkah yang terbaik. Ajarkan anak untuk melakukan kebiasaan yang baik seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih secara teratur, terutama saat sebelum makan dan setelah buang air. Jangan lupa pastikan makanan dan minuman yang mereka konsumsi aman dari kontaminasi.

Diare pada anak adalah masalah umum, namun dapat diatasi dengan penanganan diare pada anak yang tepat serta pencegahan yang sesuai. Perlunya mengenali gejala dan jenis diare yang dialami anak sehingga bisa dilakukan penanganan atau pencegahan yang sesuai. Jangan lupa untuk konsultasikan ke dokter apabila gejala tak kunjung mereda.

(Visited 1 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us