Bagikan Artikel Ini:

Secara umum, anak muntah adalah keadaan ketika isi perut anak dipaksa harus keluar dari mulut. Rasa mual biasanya akan dirasakan anak sebelum muntah. Selanjutnya, mual akan diikuti kontraksi perut mendadak sehingga mendorong isi perut untuk keluar. Saat mual, tubuh anak umumnya akan berkeringat, terlihat pucat, dan nafsu makan berkurang atau bahkan nafsu makan sama sekali hilang. Secara medis, muntah dianggap sebagai cara tubuh mengeluarkan bahan beracun (toksik) yang tertelan.

Sedangkan mual merupakan upaya perlindungan dari tubuh untuk mencegah masuknya bahan toksik lebih lanjut. Jika Anak Anda mengalami gejala seperti ini, lakukan langkah pertolongan pertama anak muntah. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari muntah yang berkepanjangan.

Penyebab Muntah Pada Anak

Penyebab Muntah Pada Anak  - Sekolah Prestasi Global

Meski bukan menandakan kondisi medis yang serius, namun Anda perlu mengetahui penyebab muntah pada anak. Berikut beberapa kemungkinan penyebab muntah pada anak.

  • Gastroenteritis

Umumnya, muntah yang dialami anak-anak disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan atau dikenal gastroenteritis. Gastroenteritis juga sering disebut “flu perut” akibat adanya virus di dalam tubuh anak Anda. Infeksi gastroenteritis biasanya tidak berlangsung lama (hanya beberapa hari) dan tidak berbahaya.

Namun, jika terjadi pada anak yang tidak cukup minum atau sedang mengalami diare, infeksi gastroenteritis bisa menyebabkan dehidrasi. Jika tidak segera diambil tindakan pertolongan pertama, anak akan kehilangan nutrisi dan bisa mengakibatkan penyakit lebih lanjut. Jadi, yang harus dilakukan seorang ibu adalah mencegah dehidrasi agar anak kembali pulih dengan cepat.

  • Alergi Makanan

Penyebab anak mual dan muntah kedua adalah alergi makanan. Beberapa jenis makanan penyebab alergi pada bayi seperti kacang-kacangan, kedelai, gandum, ikan, kerang, susu, dan telur. Untuk bayi yang masih kecil dan pertama kali mengkonsumsi susu, kedelai, dan biji-bijian biasanya akan mengalami sesuatu yang disebut sindrom enterokolitis karena adanya induksi protein makanan. Sindrom itu muncul 2-6 jam setelah bayi mengkonsumsi beberapa makanan padat tersebut.

Segera bawa ke dokter jika Anda curiga anak mengidap sindrom  enterokolitis. Penting bagi seorang ibu untuk menghindari makanan yang menyebabkan muntah pada anak. Jika anak Anda muntah disebabkan karena alergi makanan, dokter akan memberikan obat yang dibutuhkan.

  • Radang Usus Buntu

Radang usus buntu juga menjadi salah satu penyebab anak mengalami muntah-muntah. Penyakit akibat pembengkakan usus buntu tersebut bisa menyebabkan sakit perut parah yang semakin memburuk. Anak akan mengalami nyeri yang menyebar dengan cepat ke seluruh bagian perut. Dalam beberapa kasus yang menimpa penderita radang usus buntu, umumnya mereka akan melakukan operasi untuk mengangkat usus buntu tersebut.

  • Infeksi

Muntah pada anak juga disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi telinga tengah, pneumonia, dan meningitis. Segera bawa ke dokter jika muntah terus menerus disertai demam tinggi.

  • Keracunan Makanan

Umumnya, keracunan makanan disebabkan oleh kuman yang menempel pada makanan yang dikonsumsi anak. Jenis bakteri yang sering menempel pada makanan seperti salmonella, listeria, campylobacter, dan E.coli.Beberapa makanan yang sering mengundang kuman penyebab keracunan adalah daging, unggas, telur, dan sayuran yang tidak bersih.

Mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi racun bisa menyebabkan anak mengalami muntah-muntah. Biasanya, muntah terjadi satu atau dua hari setelah mengkonsumsi makanan tersebut. Selain muntah-muntah, anak juga akan merasa mual, sakit perut, dan diare berair.

Pertolongan Pertama Anak Muntah

Sebelum dibawa ke dokter anak, Anda harus melakukan pertolongan pertama ketika anak mengalami muntah secara terus menerus. Berikut langkah-langkah pertolongan pertama untuk anak muntah terus.

  • Tetap Tenang
    Tetap Tenang - Sekolah Prestasi Global

Sikap yang tenang dan tidak panik saat melihat anak muntah-muntah merupakan cara ampuh untuk mengatasi anak muntah. Sikap tenang sangat dibutuhkan supaya Anda bisa mengatasi muntah dengan tepat. Yang harus Anda lakukan adalah sering-seringlah cuci tangan untuk mengurangi risiko tertular kuman penyebab infeksi dari anak Anda. Anda tidak perlu panik, karena anak akan segera membaik dalam waktu 1 hari.

  • Menjaga Asupan Cairan

Jika anak mengalami muntah-muntah disertai darah, Anda harus tetap menjaga asupan cairan agar anak terhindar dari dehidrasi. Pemberian asupan cairan secara cukup juga dimaksudkan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang terbuang karena muntah. Meskipun anak merasa mual, Anda harus terus memberikan asupan cairan. Untuk pemberian cairan tambahan, tunggu 30 – 60 menit sejak anak mengalami muntah.

  • Hentikan Makanan Padat

Langkah selanjutnya untuk mengatasi anak yang sedang muntah adalah dengan menghentikan makanan padat untuk sementara waktu. Hentikan pemberian makanan padat pada hari pertama sejak anak muntah-muntah. Sebagai gantinya, Anda harus memberi air minum minimal setiap lima menit sekali dalam jumlah sedikit. Namun, jika anak bisa menahan rasa mual, Anda bisa memberikan air dalam jumlah yang lebih banyak.

Hal yang sama, lakukan pada anak yang masih minum ASI. Tingkatkan jumlah pemberian ASI – lebih sering dari biasanya. Anda bisa memberikannya setiap 1 – 2 jam sekali dengan waktu menyusui sekitar 5-10 menit. Demikian juga untuk bayi yang minum susu formula tidak perlu menghentikan pemberiannya. Makanan padat dapat kembali diberikan apabila dalam waktu 8 jam anak sudah tidak muntah lagi ketika mendapat asupan cairan. Mulai berikan makanan lembek untuk bayi dibawah usia 1 tahun. Sedangkan untuk bayi diatas 1 tahun sudah bisa diberikan biskuit, roti, atau sup. Jika dalam waktu 24 jam terakhir anak tidak lagi mual dan muntah, Anda sudah bisa memberikan kembali asupan makanan secara normal.

  • Berikan Tambahan Oralit

Oralit juga sering digunakan sebagai obat untuk pertolongan pertama saat anak muntah tak henti-henti. Oralit cukup mujarab mengatasi mual dan muntah pada anak untuk mengganti cairan dan garam yang hilang saat muntah. Untuk anak dengan usia yang lebih besar dan susah minum obat, Anda dapat memberikan oralit dalam bentuk es pop. Namun, jika anak memiliki gangguan kesehatan lainnya, misalnya batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, sebaiknya tidak diberi oralit.

  • Berikan Jus Buah

Jus buah juga sangat bermanfaat untuk mengatasi mual dan muntah pada anak. Jika anak Anda telah memasuki usia 6 bulan, disarankan agar Anda menambahkan ½ sendok jus apel untuk satu dosis oralit. Tujuannya, untuk menambah rasa sehingga anak yang susah minum obat mau meminumnya.

Untuk anak yang mengalami muntah disertai diare, tidak disarankan untuk mengkonsumsi jus buah atau minuman ringan. Karena kedua minuman itu memiliki kandungan gula yang tinggi, yang justru bisa memperburuk kondisi anak.

  • Berikan Air Beras

Air beras juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi anak muntah akibat gastritis. Untuk pilihan berasnya, beras putih lebih baik dibanding beras merah untuk sebagai bahan untuk membuat air beras. Cara membuatnya,  rebus secangkir nasi putih dengan dua gelas air. Rebus hingga menjadi nasi setengah matang, kemudian saring kelebihan air atau patinya. Berikan air pati tersebut pada anak agar muntahnya segera berhenti.

  • Berikan Biji Kapulaga

Salah satu obat tradisional muntah pada anak yang cukup efektif adalah biji kapulaga. Biji kapulaga mengandung nutrisi yang bermanfaat memberi ketenangan pada perut anak. Sekaligus, obat herbal ini dapat meredakan mual dan muntah. Cara pembuatannya cukup mudah. Anda cukup menggiling ½ sendok teh biji kapulaga, lalu tambahkan sedikit gula agar ada rasa manis, sehingga anak mau meminumnya. Biji kapulaga terbukti manjur mengatasi muntah pada anak.

  • Gunakan Biji Cengkeh

Salah satu tanaman rempah yang berkhasiat untuk mengobati anak muntah adalah cengkeh. Cengkeh dipercaya dapat membantu memperlancar pencernaan dan meredakan muntah yang terjadi terus menerus. Cara pemberiannya, jika anak sudah besar dan bisa mengunyah cengkeh, sebaiknya cengkeh dikunyah langsung agar lebih berkhasiat. Atau, Anda bisa merebus beberapa siung cengkeh menjadi minuman teh. Agar lebih nikmat, tambahkan tambahkan madu satu sendok teh.

  • Gunakan Biji Adas

Biji adas juga dipercaya cukup mujarab sebagai obat untuk mengatasi anak yang mengalami muntah secara berkepanjangan. Sifat antimikroba yang terkandung di dalamnya sangat baik mengatasi mual dan muntah. Selain itu, biji adas ini dapat membantu menenangkan saluran pencernaan. Cara pembuatannya cukup simpel. Ambil satu sendok teh biji adas lalu rebus selama kurang lebih 10 menit. Seperti waktu minum obat, Anda bisa memberikan ramuan biji adas pada anak sebanyak 3 – 4 kali sehari.

  • Gunakan Aroma Terapi

Menggunakan aromaterapi juga sangat baik untuk mengatasi luhan keanak muntah. Sebuah penelitian menyebutkan menghirup minyak lemon bisa mengurangi rasa mual dan mencegah muntah. Bagaimana cara menggunakan aromaterapi minyak lemon? Anda harus sabar mengajarkan kepada anak untuk menghirup minyak esensial dengan botol terbuka. Atau, teteskan ke kapas lalu hirup dalam-dalam agar aromanya terasa sampai ke perut.

Cara lain bisa menggunakan aromaterapi sebagai pengharum ruangan. Untuk aroma lemon, jika tidak memilikinya, Anda bisa memanfaatkan lemon segar lalu hirup aromanya. Selain lemon, beberapa aroma yang bisa meredakan mual pada anak, antara lain aroma cengkeh, lavender, chamomile, mawar, dan permen.

Kapan Anak Harus Periksa Dokter?

Jika setelah dilakukan pertolongan pertama, anak masih tetap muntah-muntah, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Segera bawa ke dokter jika tidak ada perbaikan atau anak mengalami kondisi berikut:

Periksa-Dokter-Sekolah-Prestasi-Global

  • Anak menunjukkan gejala dehidrasi. Beberapa perubahan fisik dapat dilihat jika terjadi dehidrasi, misalnya mengalami lesu, bibir dan mulut kering, mata cekung, atau suka rewel.
  • Terus menerus muntah setiap kali diberi makan atau minum dalam waktu 12 jam.
  • Untuk bayi kurang dari 1 bulan dan selalu muntah sehabis menyusu. Atau, bayi dibawah 3 bulan, mengalami muntah berat yang berlangsung secara terus menerus.
  • Anak mengalami muntah-muntah diikuti sakit perut, sakit kepala, dan leher kaku.
  • Anak mengalami muntah-muntah setelah mengalami cedera.
  • Muntah yang berwarna hijau kekuningan, bercampur darah, atau muntahan terlihat seperti butiran kopi.
  • Muntah yang disertai sakit perut atau perut terasa keras, kembung. Atau, perut anak menegang dan mengendur saat muntah.
  • Dalam waktu lebih dari satu bulan, anak suka kambuh muntah-muntah.
  • Anak mengalami perubahan mental, misalnya terlihat letih dan lesu.

Sebagai catatan, jika anak mengalami muntah terus selama lebih dari 24 jam atau tidak ada perbaikan setelah 8 jam sejak dilakukan pertolongan pertama. Anda harus segera membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika anak muntah, Anda tidak perlu panik. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama sebagaimana dibahas diatas. Maka anak Anda akan segera pulih dari muntah-muntah.

baca juga : 5 Cara Mengobati Sakit Gigi pada Anak

Apa Penyebab Muntah Pada Anak

● Gastroenteritis ● Alergi Makanan ● Radang Usus Buntu ● Infeksi ● Keracunan Makanan

Sebutkan Pertolongan Pertama Anak Muntah

● Tetap Tenang ● Menjaga Asupan Cairan ● Hentikan Makanan Padat ● Berikan Tambahan Oralit ● Berikan Jus Buah

Kapan Anak Harus Periksa Dokter

● Anak menunjukkan gejala dehidrasi. Beberapa perubahan fisik dapat dilihat jika t Terjadi dehidrasi, misalnya mengalami lesu, bibir dan mulut kering, mata cekung, atau suka rewel. ● Terus menerus muntah setiap kali diberi makan atau minum dalam waktu 12 jam. ● Untuk bayi kurang dari 1 bulan dan selalu muntah sehabis menyusu. Atau, bayi dibawah 3 bulan, mengalami muntah berat yang berlangsung secara terus menerus. ● Anak mengalami muntah-muntah diikuti sakit perut, sakit kepala, dan leher kaku.

(Visited 19 times, 1 visits today)
WhatsApp WhatsApp us